oleh

Pengakuan Korban Luka-luka Rusuh Wamena Asal Pesisir Selatan

PADANG – Perantau Minang korban kerusuhan di Wamena, Putri (30) tiba di Padang. Putri adalah salah satu korban yang keluarganya meninggal akibat kerusuhan.

Didampingi keluarga, perantau asal Kambang ini tampak masih tersedu. Mengenakan jilbab abu-abu, di wajahnya terlihat bekas luka yang sudah menghitam. Dia memaksakan diri tersenyum, mata tetap sembab.

Tiba di BIM, dia digiring menggunakan kursi roda, tatapannya kosong, berusaha terlihat tegar. Sejumlah kerabat sudah menunggu, keramaian BIM sedikit menghiburnya.

Putri tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), sekitar pukul 17.40 WIB. Kedatangannya disambut Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit. Selain itu juga keluarganya dari Pesisir Selatan.

Putri adalah isteri dari Syafrianto (36) korban meninggal yang mayatnya sudah dikuburkan di Lengayang Pessel. Anak Putri, Rizky (4) juga meninggal akibat luka dialaminya.

Sementara Putri saat kejadian itu lengan dan dada kiri, bahu kanan dan kiri, kaki kanan dan kiri kena panah. Dia sempat melarikan diri.

“Saya sudah senang sekali bertemu keluarga, sampai di Padang. Sudah tidak ada rasa lagi, sudah tidak ada rasa sakit lagi. Saya sudah ada komunikasi dulu sama keluarga,” sebut Putri.

Menjadi korban kerusuhan, anaknya meninggal dan suaminya meninggal di depan matanya. Putri juga mengalami luka-luka, selain kena panah juga luka lainnya. Begitu sampai di Padang, Putri langsung dibawa ke Rumah Sakit RST M Djamil.

“Tidak akan lagi, saya tidak akan lagi ke Papua. Apalagi yang saya cari disana, saya tidak balik lagi. Suami saya sudah tiada, anak saya sudah meninggal. Kios semuanya sudah dibakar,” ulasnya dengan mata memerah.

Putri cukup lama merantau ke Wamena. Suaminya lebih dulu sampai di Wamena. “Saya sudah empat tahun di Papua, suami saya enam tahun. Kerja dagang, tidak ada keinginan lagi ke papua,” katanya. (yose)

Loading...

Berita Terkait