oleh

Pengembangan Kawasan Wisata Mandeh Butuh 300 Juta Dolar AS

Pengunjung menikmati panorama kawasan Mandeh, dari puncak Mandeh, Pesisir Selatan, Sabtu (16/5). (Antara Foto/Iggoy el Fitra)
Pengunjung menikmati panorama kawasan Mandeh, dari puncak Mandeh, Pesisir Selatan, Sabtu (16/5). (Antara Foto/Iggoy el Fitra)

PADANG – Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, dibutuhkan investasi sebesar 300 juta dolar Amerika Serikat untuk mengembangkan Kawasan Wisata Mandeh, Pesisir Selatan.

“Kalau bisa mendapatkan 300 juta dolar saya rasa kita sudah bisa memulai pengembangan di Mandeh dengan baik,” katanya dalam konferensi pers di Mandeh, Sabtu (16/5).

Jika dibandingkan dengan kawasan wisata di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, kawasan wisata Mandeh akan membutuhkan biaya yang jauh lebih besar.

“Di Mandalika kita perlu Rp2,1 triliun, itu sudah bisa jalan. Kalau di sini angka tersebut tidak cukup, pasti perlu lebih. Karena harus membuat akses jalan lebih bagus,” tuturnya.

Melalui investasi untuk pengembangan infrastruktur dan akses tersebut, ia berharap hasilnya akan menarik minat para investor lain untuk turut memperkuat aktivitas ekonomi di wilayah itu.

Arief menilai wilayah Mandeh memiliki keindahan dan potensi wisata alam yang mirip dengan Kepulauan Raja Ampat di Papua.

“Kalau ke sini (Mandeh) tiket pesawatnya kan lebih murah daripada ke Raja Ampat. Jadi akan lebih baik kalau bisa menyambangi ke sini juga,” katanya. (*/aci)

sumber:antara

Loading...

Berita Terkait