Tak Berkategori  

Pengembangan Model Supervisi Akademik untuk Meningkatkan Kinerja Guru PAI

Oleh : Dr. Drs. Alwis, M.Pd

BJ. Habibie mengatakan, tak perlu seseorang yang sempurna cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia dan membuat berarti lebih dari siapapun. Ungkapan  B. J. Habibie ini relevan dengan tugas supervisor yang dibutuhkan guru dalam mengatasi permasalahan pembelajaran yang dihadapinya agar dapat berarti dan mampu berbuat lebih banyak dalam meningkatkan mutu pendidikan ke depannya

Artikel ini akan menjelaskan tentang kebutuhan rancangan model supervisi akademik, dalam kajian ini akan dibahas need analysis yang ada di lapangan tentang kebutuhan guru terhadap kinerja supervisor dalam melaksanakan supervisi akademik. Lalu langkah-langkah pengembangan model supervisi akademik, pada bagian ini membahas pengembangan model supervisi akademik dimulai dari analisis model sampai tahap evaluasi sesuai dengan langkah-langkah ADDIE, dan 3) pengukuran praktis, efektif dan relevansi pengembangan supervisi akademik dalam penerapannya di lapangan dengan peningkatan kinerja guru PAI  Madrasah Aliyah (MA).

Berdasarkan hasil temuan penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan. Kebutuhan Rancangan Model Supervisi Akademik Madrasah Aliyah. Kompetensi Supervisi Akademik kurang terlihat dilakukan oleh supervisor  karena dari beberapa komponen kompetensi akademik yang harus dijalankan oleh supervisor berupa RPP, teori dasar pengembangan pembelajaran, menyusun Silabus dan Membimbing guru dalam melaksanakan  pembelajaran  masih bersifat pemeriksaan administratif, jarang dilakukan supervisor kunjungan kelas untuk melihat kegiatan pembelajaran  yang  dilakukan oleh guru. Hal ini disebabkan supervisor kurang  mendapatkan pelatihan dan kegiatan penunjang kompetensi akademik secara berkala sesuai dengan inovasi atau perubahan dan perkembangan  zaman,  berbeda  dengan guru yang selalu mendapat pelatihan apabila ada perubahan kurikulum dan perubahan yang berkaitan dengan pembelajaran, sehingga kompetensi supervisor di bidang akademik belum sesuai dengan perubahan yang sedang  berlangsung berkaitan dengan pembelajaran dan sebagainya.

Langkah desain Model ADDIE Terhadap Model Supervisi Akademik  Madrasah Aliyah. Analisis model dengan  melakukan  survey ke lapangan, analisa kebutuhan di lapangan  tentang  supervisi  akademik dan mengkaji beberapa literatur yang berkaitan dengan supervisi akademik. Dari beberapa hasil penelitian dan teori supervisi akademik menyatakan supervisi akademik memberikan kontribusi yang sangat berarti  terhadap keberhasilan pelaksanaan  tugas guru, dengan arti kata bahwa semakin tinggi kemampuan supervisor  melaksanakan  supervisi akademik dengan baik,  semakin tinggi tingkat keberhasilan guru dalam melaksanakan tugas guru ( kinerja guru).

Berdasarkan hasil studi pendahuluan, secara empiris ditemukan hal-hal sebagai berikut. Pertama, sebagian supervisor, guru bahkan supervisor  belum  memahami  secara  utuh  apa yang dimaksud dengan supervisi akademik. Kedua, kegiatan supervisi masih dipersepsikan sebagai program supervisor  dan program pengawas. Sehingga  guru  bersifat  pasif  menunggu  kapan supervisor atau  pengawas  sempat  mensupervisi  guru  tersebut. Ketiga, membina  guru merupakan salah satu tugas dari supervisor, dan menjadi program sekolah, bila kondisi demikian nampaknya guru pasif untuk meningkatkan kemampuan mengajar. Keempat, pada kondisi nyata  guru harus disupervisi dan banyak jumlahnya, sedangkan waktu terbatas, maka melalui pengembangan supervisi akademik ini dapat dijadikan salah satu strategi untuk membina guru dengan mensiasati strategi waktu tanpa harus bertemu secara individu akan tetapi beberapa kelompok pada setiap tahap supervisi akademik.

Desain Model Supervisi Akademik; Model ini dilengkapi dengan menggunakan buku model, buku panduan dan instrumen supervisi akademik yang dapat membantu meningkatkan kinerja guru PAI di madrasah aliyah (MA) . Penggunaan  model supervisi akademik menggunakan buku panduan supervisi akademik secara tidak langsung berimplikasi terjadinya suatu perubahan sikap guru untuk berubah dalam meningkatkan mutu pendidikan dilihat dari kinerja guru menjadi meningkat. Pengembangan model ini di dasari dari kebutuhan supervisor dan guru terhadap petunjuk pelaksanaan supervisi akademik yang mereka inginkan dan mudah diterapkan dalam kegiatan supervisi akademik berikutnya.

Pengembangan model Supervisi Akademik Madrasah Aliyah. Proses pengembangan Model Supervisi Akademik terdiri dari beberapa tahap yaitu, 1) Studi kebutuhan untuk mengetahui kondisi dilapangan, 2) melakukan desain terhadap buku Supervisi Akademik, 3) melakukan uji produk buku  model, 4) melakukan implementasi di lapangan serta 5) melakukan evaluasi terhadap buku yang telah dikembangkan. Pengembangan model ini dengan menambahkan beberapa acuan kerja yang mesti ada dalam Permendiknas  No 12 tahun 2007 tentang Kompetensi Pengawas Satuan Pendidikan.

Implementasi pengembangan model supervisi akademik untuk meningkatkan kinerja guru PAI  Madrasah Aliyah. Keterterapan model supervisi akademik menggunakan buku panduan supervisi akademik  80,12 % supervisor menyatakan bahwa dalam menyusun rencana supervisi lebih mudah, 82,45 % supervisor menyatakan dalam melaksanakan supervisi lebih mudah.  Keterterapan model ini dilihat dari segi (a) Substansi isi dan fleksibilitas struktur desain yang cukup fleksibel digunakan ke beberapa materi pelajaran ; dan  (b) dapat meningkatkan kinerja guru, terjadi perubahan sikap guru dalam aktivitas membuat inovasi dalam pembelajaran.

Evaluasi Penerapan Model Supervisi Akademik untuk Meningkatkan Kinerja Guru PAI  Madrasah Aliyah.

Dampak penerapan model ini dapat meningkatkan kinerja guru secara signifikan, selain itu  juga  berdampak kepada tugas guru untuk menambah wawasan tentang media pembelajaran, kemampuan mempergunakan teknologi komputer dan berdampak pada aktivitas guru dalam mengajar ke arah yang positif.

Model Supervisi Akademik praktis, relevan dan efektif. Setelah dilakukan beberapa kali pengujian ternyata model supervisi ini berada pada tingkat praktis 80%, relevan 80% dan efektif 76 %. Dalam pengukuran ini berdasarkan Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG) modifikasi depdiknas dari Teacher Performance Assessment Instrumen yang dikembangkan oleh Georgia Department Of Education.

Secara keseluruhan perlu penegasan bagi supervisor akan kewajibannya sebagai Pengawas pendidikan memiliki tugas dan fungsi yang sangat menentukan dalam pengendalian mutu, kontrol proses pembelajaran, evaluasi pendidikan dan peningkatan kinerja guru.

Syaiful Sagala (2012) mengatakan kualitas pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kualitas profesional kinerja guru, oleh karena itu usaha meningkatkan kemampuan profesional guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar melalui bantuan supervisor, perlu secara terus menerus mendapatkan perhatian dan bantuan profesional dari penanggung jawab pendidikan. Tugas terpenting pengawas adalah memberikan berbagai alternatif pemecahan masalah dalam pembelajaran. Bila terjadi sesuatu yang mencuat di permukaan yang dapat mengganggu konsentrasi proses belajar mengajar, maka kehadiran pengawas bersifat  fungsional diperlukan untuk melakukan perbaikan. Oleh karena itu, pemberdayaan pengawas diperlukan untuk meningkatkan fungsinya sebagai motivator, fasilitator dan sekaligus katalisator pendidikan.

Model supervisi akademik ini dapat menyalurkan ketetapan pemerintah untuk mencanangkan dan meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan kinerja guru di lingkungan sekolah khususnya di madrasah, karena secara ilmiah  model supervisi akademik menggunakan buku panduan supervisi akademik memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap kinerja guru PAI di madrasah dibandingkan dengan  pembelajaran tanpa menggunakan buku panduan supervisi akademik. Hasil penelitian temuan penelitian ini akan memberikan implikasi yang strategis terutama yang berkenaan pembelajaran PAI yaitu, Peningkatan kinerja guru di madrasah dapat terlaksana dengan menerapkan model supervisi akademik menggunakan Buku Panduan supervisi akademik dengan cara supervisor  mempersiapkan Buku Panduan supervisi akademik yang relevan dengan materi pembelajaran. Guru PAI mempersiapkan materi pembelajaran. Buku panduan supervisi akademik yang digunakan adalah panduan yang dilakukan supervisor dalam melaksanakan tugasnya yang dilengkapi dengan langkah-langkah yang mudah diterapkan, sesuai dengan karakteristik pembelajaran.

Pemberian solusi dari permasalahan yang mesti dilakukan perubahan atau perbaikan oleh guru PAI dalam pembelajaran. Adanya feedback dan refleksi yang akan dilakukan perbaikan setelah adanya penilaian dari supervisor dengan menetapkan instrumen yang standar untuk menilai kinerja guru PAI.

Dengan pengembangan model supervisi akademik ini akan muncul dan terciptanya supervisi yang bersifat dinamis, yaitu supervisi yang aktif, kreatif dan inovatif dalam melaksanakan fungsinya dengan cara ikut serta merencanakan pembelajaran berjalan dengan baik, menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan bersama guru, serta memonitoring guru-guru agar tidak berbuat salah atau kekeliruan dalam melaksanakan tugasnya dan supervisor lebih banyak membimbing guru dan melakukan kegiatan preventif. (*)

Artikel ini ditulis berdasarkan hasil Penelitian (Disertasi) Program Doktor Ilmu Pendidikan pada Pascasarjana Universitas Negeri Padang, dengan Tim Promotor; Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd, Prof. Dr. Z. Mawardi Effendi, M.Pd, dan Prof. Jalius Jama, M.Ed, Ph.D.