Tak Berkategori  

Penurunan Tarif Interkoneksi Ringankan Beban Masyarakat

Ilustrasi (net)

JAKARTA – Setelah menjadi polemik cukup lama, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akhirnya merampungkan perhitungan biaya tarif interkoneksi. Dengan penetapan tarif terbaru ini, konsumen dapat merasakan penurunan harga sekira 26 persen untuk 18 layanan jaringan bergerak seluler.

Menanggapi hal ini, pengamat telekomunikasi, Heru Sutadi menyatakan penetapan tarif terbaru ini harus diapresiasi semua pihak. Pasalnya, momen ini dapat meringankan beban masyarakat dalam menggunakan layanan seluler.

“Apresiasi pada regulator, BRTI dan kominfo yang telah menyelesaikan penghitungan interkoneksi. Hal ini merupakan kabar baik bagi masyarakat dan operator bahwa interkoneksi layanan suara dan sms untuk mobile turun,” kata Heru kepada Okezone, Rabu (3/8).

Perlu diketahui, Hasil perhitungan biaya interkoneksi ini mulai berlaku pada 1 September 2016 hingga Desember 2018. Meski demikian, hasil tersebut dapat dievaluasi oleh BRTI setiap tahunnya.

Sebelumnya dalam rilis yang dilaporkan antaranews, biaya interkoneksi untuk penyelenggaraan jaringan bergerak seluler untuk biaya interkoneksi originasi maupun terminasi layanan suara lokal ke fixed sebesar Rp204 per menit. Sedangkan untuk penggilan ke mobile (selular) dan satelit menjadi Rp204 per menit. Hal ini turun dari sebelumnya yang sebesar Rp250 per menit.

Di sisi lain, biaya interkoneksi originasi dan terminasi SMS (to OLO) menjadi Rp11 per SMS, turun dari sebelumnya Rp 24 per SMS. Sedangkan untuk biaya interkoneksi originasi dan terminasi MMS (to OLO) ditetapkan Rp185 per MMS.(*/aci)

okezone1