Penyakit Seks Bebas Terhadap Remaja

Ditulis Oleh: Phuty Lenggogheny dan Reski Rahmadani

Dosen Pengampu: Shantrya Dhelly Susanty, S.ST, M.Kes

Seks bebas yaitu tidak adanya ikatan pernikahan terhadap pria dan wanita, terutama pada kalangan remaja yang mempunyai rasa ingin tau yang besar untuk melakukan seks bebas.

Penyebabnya dikarenakan kurangnya perhatian orang tua buat anaknya, adanya rasa saling suka, bukti cinta pada pasangannya dan rasa penasaran.

Dampak yang akan terjadi jika melakukan seks bebas akan terkena penyakit menular seksual (PMS) dan terkena HIV/AIDS serta bahaya kehamilan dini yang tak dikehendak.

Jika sering berganti pasangan, seperti melalui vagina, oral, maupun anal dan tidak diobati dengan benar maka akan mengakibatkan kemandulan, kencing nanah (gonore), raja singa (sifilis), herpes genitalis, linfogranuloma-venereum, kandidiasi, trikonomonas vaginalis, kutil kelamin.

Data Depkes RI pada tahun 2011, menunjukkan jumlah remaja umur 10-19 tahun di Indonesia sekitar 43 juta (19,61%) dari jumlah penduduk. Sekitar satu juta remaja pria (5%) dan 200 ribu remaja wanita (1%) menyatakan melakukan hubungan seksual pranikah.

Pencegahan yang dapat dilakukan agar remaja terhindar dari seks bebas yaitu dengan memberikan penyuluhan tentang bahayanya seks bebas.

Menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga remaja tidak hanya sadar tetapi tau, mengerti dan bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat dan anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan.(*)