Tak Berkategori  

Penyebaran Covid-19 di Pariaman Terus Naik

PARIKMALINTANG – Angka penyebaran virus corona di Kabupaten Padang Pariaman terus bergerak naik.

Terakhir, Rabu (21/7), dilaporkan ada 55 orang yang terkonfirmasi.

Tidak ada yang meninggal, namun dihari itu pun dilaporkan tidak ada pula yang sembuh.

Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman, Yutiardi Rivai kepada Singgalang menyebutkan, dengan adanya penambahan 55 orang, berarti jumlah warga yang telah terpapar Corona Virus Disease (Covid-19) di daerah itu telah mencapai 2.400 lebih. Persisnya, 2.406 orang.

Yutiardi juga mengungkapkan, pasien Covid-19 yang meninggal di Padang Pariaman juga telah hampir 100 orang.

“Sampai hari ini, sudah 99 orang yang meninggal,” ujarnya.

Lebih jelasnya, kata Kadis Kesehatan, dari 2.406 orang yang terpapar, baru 1.735 orang yang sembuh dan 99 orang meninggal.

Sedang lainnya, 572 orang masih dalam tahap penyembuhan.

“Delapan puluh enam orang diantara yang masih terpapar, dirawat di rumah sakit. Kemudian 86 orang menjalani isolasi mandiri dan 87 orang isolasi Pemda,” ulas Yutiardi.

Sebelumnya Yutiardi Rivai menyebutkan bahwa angka penambahan kasus Covid-19 di Padang Pariaman dalam 14 hari terakhir memang cenderung meningkat dan cukup tinggi.

Hal itu, antara lain sebagai bukti jalannya Satgas Covid-19 di daerah tersebut.

“Kita terus melakukan tracking, tracing dan testing guna melacak penyebaran virus corona di daerah ini. Hal itu perlu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya ledakan kasus Covid-19,” terang Kadis Kesehatan.

Terkait hal itu, Yutiardi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak segan-segan memeriksakan diri apabila merasakan adanya gejala penyakit. Bisa saja itu virus corona.

Menurut Yutiardi Rivai, menghindari diri dari virus, itu berarti juga menyelamatkan nyawa orang lain. Terutama anka, isteri dan, atau anggota keluarga lainnya.

Disamping itu, dia juga mengimbau masyarakat supaya tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Pakailah masker, sering-sering mencuci tangan pakai sabun, jaga jara, hindari kerumunan dan kurangi mobilitas.

“Mari kita budayakan 5M di masa Pandemi Covid ini,” tukasnya. (213)