Tak Berkategori  

Peran Masyarakat Penting Atasi Pandemi

PAYAKUMBUH – Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Henny Yusnita mengaku prihatin dengan kondisi sekarang, terutama beberapa pekan yang lalu dimana terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang cukup drastis dan korban meninggal pun dalam sebulan ini ada sekitar 6 orang.

Di sisi lain, istri Walikota Payakumbuh Riza Falepi itu, juga menyampaikan masyarakat saat ini dilihat sudah sangat abai, tidak menerapkan protokol kesehatan 3M, seolah pandemi ini sudah selesai.

Apalagi menjelang Idul Fitri lalu, dimana pasar dan toko penuh tanpa penerapan protkes yang ketat. Padahal, kondisi seperti itu sangat rawan akan penularan dan menimbulkan klaster baru Covid-19.

“Di luar yang lain-lain yang suspek tapi tidak terdata karena keburu meninggal. Ini peningkatan yang sangat signifikan, dibanding sebelumnya. Hal lain yang kita khawatirkan dan tidak terbayangkan, jika terjadi lonjakan kasus yang cukup tinggi hingga menyebabkan fasilitas kesehatan kita jebol alias tak mampu lagi menampung pasien. Dan tanda-tanda kearah itu sudah mulai kelihatan, RS sudah mulai overcapacity. Mudah-mudahan masyarakat bisa segera awas akan kondisi itu,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (15/5).

Bahkan, kata Henny, yang paling dikhawatirkan selama ini terutama para lansia, yang berisiko fatal.

Update status terakhir, Payakumbuh berada di status zona oranye.

Dari 19 kota dan kabupaten di Sumbar, hanya 4 daerah yang berada pada zona kuning yaitu Kota Solok, Kota Pariaman, Kabupaten Dharmasraya dan Mentawai.

“Menurut data, memang kebanyakan korban yang meninggal sejauh ini adalah lansia. Namun demikian kita tidak boleh lengah juga. Oleh karena itu, saya menghimbau kepada ibu-ibu untuk lebih waspada terhadap bahaya Covid-19 ini. Banyak hal yang bisa kita lakukan. Yang paling utama tentu mengawasi keluarga kita sendiri, untuk lebih mematuhi prokes dan menghindari tempat-tempat keramaian,” tambahnya.

Selanjutnya disampaikan, setiap orang juga harus lebih sensitif terhadap gejala Covid-19. Jika ada anggota keluarga yang demam sudah lebih dari tiga hari, segera bawa ke puskesmas atau rumah sakit.

“Jangan takut diswab, karna seandainya positif justru kita telah berperan aktif menjaga orang lain dari penularan, terutama lansia. Jangan sampai karena keegoisan kita, atau karena takut divonis Covid-19 kita justru membiarkan orang lain tertular dan menularkan lagi,” tukuknya.

Selain itu, Henny juga menegaskan agar jangan ada lagi yang masih menganggap Covid-19 itu hoaks, setelah sekian banyak korban berjatuhan.

Untuk itu, dirinya mengajak semua masyarakat yang berusia di atas 18 untuk segera dan mau divaksin.

Meskipun vaksin tidak menjamin untuk tidak tertular Covid-19, paling tidak bisa mengurangi dampaknya.

“Mari kita sama-sama meyakinkan keluarga, tetangga dan teman untuk mau diswab jika ada indikasi atau potensi tertular. Intinya, dalam menghadapi pandemi ini perlu partisipasi aktif seluruh masyarakat. Tanpa adanya dukungan masyarakat, entah berapa lama lagi kita akan berada dalam kondisi pandemi ini. Yang bukannya semakin berkurang malah terjadi peningkatan,” pungkasnya. (bule)