dharmasraya

Perayaan Malam 1 Suro Tradisi Masyarakat Jawa di Gunung Medan

×

Perayaan Malam 1 Suro Tradisi Masyarakat Jawa di Gunung Medan

Sebarkan artikel ini

Sebenarnya tidak ada amalan khusus yang diwajibkan untuk dilakukan di malam 1 Suro.

Tetapi ada beberapa pendapat yang mensunahkan untuk minum susu dalam niat agar satu tahun ke depan, kehidupannya seputih susu.

Selain itu minum susu ini, juga dalam rangka memperingati ketika Rasulullah haus dalam perjalanan Isra mi’raj beliau meminum susu.

Acara ini diadakan di balai desa. Mulai dari pagi hari, ibu-ibu sudah mulai bergotong royong memasak bersama di balai desa. Biasanya pada masyarakat Jawa tradisi gotong-royong memasak bersama ini dinamakan Rewang.

Hal yang dimasak mulai dari cemilan seperti lemper, getuk, dan goreng-gorengan hingga makan malam dengan berbagai macam lauk dan sambal. Pada hari sebelumnya para bapak-bapak juga sudah terlebih dahulu bergotong-royong mendirikan tenda dan dapur.

Rangkaian acara ini dimulai dengan selawatan yang diiringi dengan pukulan rebana, pembacaan ayat suci Al Quran, kata sambutan Jorong dan Wali Nagari, juga diselipkan perkenalan dari perwakilan mahasiswa KKN, pembacaan doa, penyampaian tausiah, selanjutnya disambut dengan nyanyian selawatan diiringi rebana.

Selawatnya tidak jauh berbeda dari tradisi Selawat dulang dalam tradisi Minangkabau, hanya perbedaan dari bahasa pada nyanyiannya.

Acara ditutup dengan makan bersama para peserta laki-laki, sedangkan perempuan membawa nasi (dalam bahasa jawa disebut dengan istilah bekal) untuk dibawa pulang ke rumah. (rel/atika)