Periksalah Struk Belanja Kita

×

Periksalah Struk Belanja Kita

Sebarkan artikel ini

Salah satu kebiasaan istri saya adalah memeriksa detail struk setiap selesai berbelanja. Mungkin ini juga kebiasaan normal ibu-ibu pada umumnya untuk memastikan harga barang apa saja yang naik dan yang lebih penting memastikan jangan sampai ada tagihan untuk barang yang tidak dibeli atau uang kembalian yang kurang, dsb.

Kebiasaan ini akan muncul, jika struk disimpan untuk sementara atau sebulan. Akhirnya jelas berapa pengeluaran penting dan tidak, dalam bulan berlalu.

Karena kebiasaan dari istri tersebut, saya mengalami sebuah kejadian menarik dan mungkin ada pelajaran yang bisa dipetik darinya.

Pada suatu ketika, kami makan di sebuah restoran dalam perjalanan dari Padang menuju ke Payakumbuh. Selesai makan, seperti biasa kami memanggil pelayan untuk menghitung berapa hutang yang harus dibayar. Dengan sigap si pelayan mencatat dan menulis di notanya sambil memeriksa semua hidangan di meja. Kami percaya saja dan menyerahkan apa saja yang menurutnya merupakan item mana yang harus dibayar dan mana yang tidak dihitung (Di beberapa restoran, yang dihitung hanya lauk sedangkan sayur atau cabe atau lalap tidak dihitung alias gratis).

Setelah menerima nota kami segera berdiri lalu saya pergi ke kasir. Istri dan anak- anak naik ke mobil. Saya kemudian naik mobil dan seperti biasa menyerahkan struk makan kepada istri.

Ketika memundurkan mobil tiba-tina istri bilang “Tunggu Da!” katanya sambil sekali lagi memelototi struk yg baru ditelitinya. Saya terus saja memundurkan mobil karena berpikir kalaupun kemahalan ya sudahlah anggap saja sedekah, toh rasanya tadi waktu bayar, totalnya tidak jauh beda dengan biasanya.

“Soup yang kita makan tadi belum masuk dalam tagihan,” kata istri saya melanjutkan.