Tak Berkategori  

Periksalah Struk Belanja Kita

Salah satu kebiasaan istri saya adalah memeriksa detail struk setiap selesai berbelanja. Mungkin ini juga kebiasaan normal ibu-ibu pada umumnya untuk memastikan harga barang apa saja yang naik dan yang lebih penting memastikan jangan sampai ada tagihan untuk barang yang tidak dibeli atau uang kembalian yang kurang, dsb.

Kebiasaan ini akan muncul, jika struk disimpan untuk sementara atau sebulan. Akhirnya jelas berapa pengeluaran penting dan tidak, dalam bulan berlalu.

Karena kebiasaan dari istri tersebut, saya mengalami sebuah kejadian menarik dan mungkin ada pelajaran yang bisa dipetik darinya.

Pada suatu ketika, kami makan di sebuah restoran dalam perjalanan dari Padang menuju ke Payakumbuh. Selesai makan, seperti biasa kami memanggil pelayan untuk menghitung berapa hutang yang harus dibayar. Dengan sigap si pelayan mencatat dan menulis di notanya sambil memeriksa semua hidangan di meja. Kami percaya saja dan menyerahkan apa saja yang menurutnya merupakan item mana yang harus dibayar dan mana yang tidak dihitung (Di beberapa restoran, yang dihitung hanya lauk sedangkan sayur atau cabe atau lalap tidak dihitung alias gratis).

Setelah menerima nota kami segera berdiri lalu saya pergi ke kasir. Istri dan anak- anak naik ke mobil. Saya kemudian naik mobil dan seperti biasa menyerahkan struk makan kepada istri.

Ketika memundurkan mobil tiba-tina istri bilang “Tunggu Da!” katanya sambil sekali lagi memelototi struk yg baru ditelitinya. Saya terus saja memundurkan mobil karena berpikir kalaupun kemahalan ya sudahlah anggap saja sedekah, toh rasanya tadi waktu bayar, totalnya tidak jauh beda dengan biasanya.

“Soup yang kita makan tadi belum masuk dalam tagihan,” kata istri saya melanjutkan.

Hah? Saya kembali memarkir mobil dan memeriksa struk tersebut. Semua item makanan dan minuman yang kami makan ada tagihannya kecuali satu mangkuk soup.

Biasanya kalau kurang bayar seperti itu saya suka berpikir ‘agak positif’ mungkin itu gratis, atau kalaupun tidak, itu adalah kesalahan dia kenapa tidak dicatat. Ngapain capek-capek balik ke kasir. Tetapi tatapan mata istri seolah-olah meminta saya untuk memastikan jangan sampai ada makanan subhat yang masuk ke dalam perut kami.

Saya segera turun dan kembali ke kasir sambil berharap semoga petugas kasir menghalalkannya. Tetapi ternyata dugaan saya meleset, petugas kasir yang mungkin adalah pemilik restoran, memanggil dan memarahi pelayan yang tadi menghitung meja kami. Saya segera membayar kekurangannya dan berlalu.

Sejak saat itu setiap makan di restoran saya selalu menyebutkan item-item yang kami makan. Bahkan kadang-kadang tidak saja yang kami makan tetapi juga yang disentuh atau ambil seperti tissue dan tusuk gigi. Saya tahu tissue dan tusuk gigi pastilah gratis, tetapi jika kita mengambilnya berlebihan bahkan dibawa pulang apakah kita yakin pemiliknya rela?

Apalagi sekarang ketika babuko basamo sedang ramai-ramainya, bisa jadi ada yang luput, maka periksalah struk belanja Anda. Untuk berjaga jaga saja.

Ramadhan 1443 H