oleh

Pers Harus Utamakan Independensi

Hari Pers Nasional. (*)

PADANG – Ketua Dewan Pers Yosep Prasetyo media harus tetap mengedepankan independensi dan berpihak pada kepentingan publik. Dalam pemilihan kepala daerah media jangan berselingkuh dengan kepentingan politik yang kemudian mengabaikan independensi.

Disebutkannya, kebebasan pers di Indonesia merupakan satu keping dengan kebebasan berekspresi dan demokrasi. Maka dari itu, kebebasan pers harus dapat memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun begitu, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999, memberikan ruang bagi siapa saja untuk mendirikan perusahaan media. Maka, perusahaan media di tanah air menjamur.

“Pertumbuhan media yang marak itu berdampak pada adanya perekrutan SDM wartawan secara besar-besaran,” katanya pada Kamis (8/2) pada seminar konvensi nasional media massa mengangkat tema “iklim bermedia yang sehat dan seimbang, mempertahankan eksistensi media massa nasional dalam lanskap informasi”, di Hotel Gran Inna Padang.

Selain itu, Pria yang akrab disapa Stanley menyebutkan, perekrutan SDM wartawan yang besar-besaran menimbulkan masalah jika SDM tidak siap. Bahkan, tidak mengerti sama sekali soal kejurnalistikan dan profesi kewartawanan. Kondisi ini menjadikan produk berita yang dihasilkan tidak objektif. Dia mencontohkan, wartawan yang dapat memihak calon tertentu dalam satu pemilihan kepala daerah.

Yosep juga menyinggung soal pentingnya independensi wartawan di tengah kemerdekaan pers. Menurutnya wartawan haruslah independen, tidak terpengaruh atas desakan ekomomi dan politik. Seorang wartawan haruslah mengedepankan kepentingan publik.

“Jangan sampai sejumlah kerja sama yang dilakukan dengan pemerintah juga mempengaruhi independensi wartawan. Di Pilkada Serentak 2018 misalnya. Pers sedang diuji, Independen atau berselingkuh dengan kepentingan politik,” tandasnya. (yose)

Loading...

Berita Terkait