Tak Berkategori  

Persentase Vaksinasi Covid-19 di Tanah Datar Masih Jauh dari Target

Rakor percepatan vaksinasi Covid-19 dipimpin Wabup Tanah Datar, Richi Aprian. (ist)

BATUSANGKAR – Persentase vaksinasi Covid-19 di Tanah Datar pada semua sasaran masih jauh dari target. Karena itu, harus dilakukan percepatan.

Kadis Kesehatan Tanah Datar, dr. Yesrita Zendrianis, Rabu (6/10) seusai Rakor percepatan vaksinasi Covid-19 mengatakan, kondisi sampai 30 September, capaian vaksinasi tingkat berada pada angka 17,9% dari target sasaran 306.326 orang.

Diutarakan, capaian vaksin I sebanyak 54.931 orang, vaksin II baru 27.204 orang. Capaian pelaksanaan dosis II atau vaksinasi II dari lima pengelompokan sasaran vaksinasi datanya yakni, tenaga kesehatan dari 1.471 orang sasaran, capaiannya 1.544 orang, pelayan publik dengan sasaran 21.666 orang capaiannya 10.386 orang.

Kemudian, lanjutnya, Lansia target sasaran 45.589 orang, capaiannya 1.396 orang. Untuk sasaran masyarakat dari 199.759 orang sasaran, baru 12.786 orang capaiannya. Dari 37.940 sasaran Remaja usia 12 sampai 17 tahun, baru 1.092 orang yang tercapai.

“Dari angka capaian itu masih semua target memiliki persentase jauh dari sasaran, kecuali Nakes sudah ada pada 114,41%,” ungkapnya.

Untuk ini, Yesrita berharap dukungan semua pihak, dan rumusan bersama terhadap langkah harus dilakukan untuk bisa mencapai sasaran vaksinasi yang diinginkan.

“Kita siap berkoordinasi dan membantu pelaksanaan vaksinasi. Saat ini tersedia 12.000 vaksin yang siap untuk digunakan untuk membantu pencapaian vaksinasi di Tanah Datar bersama petugas vaksknasi,” ujarnya.

Ditempat terpisah Wabup Richi Aprian menegaskan agar instansi terkait bekerjasama dan saling koordinasi menindaklanjuti instruksi Gubernur dalam percepatan vaksinasi Covid-19.

“Melihat pencapaian persentase vaksinasi, tentunya ini membutuhkan kerja keras kita semua untuk mencapai target yang telah diinginkan,” kata Richi.

Ia menargetkan sebulan ke depan untuk maksimalkan pelaksanaan vaksin dilingkungan kerja masing-masing.

“Pencapaian vaksinasi pada Pelayanan Publik masih 85,65%, Lansia 5,90%, masyarakat 10,64% dan remaja 26,24%. Melihat angka ini tentu dibutuhkan kerja keras, koordinasi dan inovasi yang bisa membuat sasaran atau masyarakat menuju fasilitas kesehatan untuk lakukan vaksinasi,” kata Wabup.

Ditambahkan, salahsatu hal terpenting dilakukan dalam waktu ke depan adalah pendataan lebih akurat tentang data vaksin sehungga bisa menentukan langkah lebih baik lagi sehingga pencapaian vaksinasi. (ydi)