oleh

Persiapan Pentas Kolosal di Solsel Bak Menari di Atas Awan

SOLOK SELATAN – Menjelang pagelaran pentas kolosal Tari Piriang 2019 Solok Selatan (Solsel), para siswa sejumlah sekolah yang akan tampil, semakin bersemangat. Mereka berlatih hampir setiap hari.

Pantauan Singgalang di sejumlah sekolah, Kamis (19/9), terlihat aktivitas latihan tari piriang terus berlangsung.

Di sisi lain, kondisi kabut asap di Solok Selatan semakin menebal. Jarak pandang semakin dekat. Terlalu lama di luar ruangan, terkadang membuat nafas sesak, mata perih. Para siswa yang berlatih, seperti menari di atas awan.

Pentas kolosal itu, dalam rangka memeriahkan HUT Polwan RI ke-71. Penyelengaranya, Polres Solok Selatan. Penari yang akan tampil, berasal dari para siswa SMP dan SMA/SMK se-Solok Selatan, berjumlah 2019 orang. Rencananya akan digelar 22 September 2019 di lbu Kabupaten Solok Selatan, Padang Aro.

Waka Kurikulum SMKN 3 Solok Selatan, Suparman mengatakan, latihan untuk persiapan tari piring kolosal ini sudah dilakukan semenjak sebulan lalu. “Dalam seminggu terakhir ini, diintensifkan. Mengingat waktu penampilan sudah semakin dekat,” katanya ketika ditemui di ruang kerjanya.

Dikatakan Suparman, pelatih tari tidak dari luar sekolah. Ada guru senibudaya di SMKN 3 Solsel, Desi Sri Rahayu. Sehingga untuk jadwal dan waktu latihan, bisa dilakukan kapanpun.

Pihak sekolah mengaku bangga bisa berkontribusi dalam pentas tari kolosal itu.

Sementara itu, hasil penelitian Dinas Lingkungan Hidup Solok Selatan, menunjukan kondisi udara masih berada di bawah ambang baku mutu. Artinya, udara Solok Selatan belum masuk kategori berbahaya.

“Hasil pengujian dan analisis kualitas udara yang kami lakukan, menunjukan kualitas udara masih di bawah ambang baku mutu yaitu 22 mikrogram per meter kubik”, kata Sekretaris Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perumkin dan LH) Solok Selatan, Novi Hendrix yang ditemui di tempat terpisah.

Pengujian dilakukan di 14 titik di Solok Selatan, namun yang hasilnya sudah keluar sebanyak tiga titik. Yakni di Padang Aro, Muaro Labuah dan di Sangir Jujuan.

Disinggung tentang kemungkinan kualitas udara beberapa hari ke depan, Novi Hendrix memperkirakan kondisinya masih akan sama. “Bisa semakin memburuk, atau sebaliknya. Bergantung arah angin,” katanya.

Kabut asap di Solsel adalah kiriman dari daerah tetangga, Riau. Jika arah angin menuju Solsel, maka kabut akan semakin tebal. Begitu juga sebaliknya. Namun melihat kecenderungan dalam beberapa kali penelitian udara yang dilakukan, kondisi udara Solsel untuk beberapa hari ke depan masih belum akan berubah. (rifki)

Loading...

Berita Terkait