Tak Berkategori  

Perspektif Global dan Komitmen Profesional Guru Vokasional di Era Digital

Oleh  Hanafi/ Mahasiswa Program Doktor Pascasarjana UNP

Komitmen profesional guru adalah kekuatan yang mengikat seorang guru untuk melaksanakan tindakan sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini tergambar dari adanya tingkat kepedulian dan komitmen pada sekolah sebagai satu unit sosial, komit terhadap individu siswa yang unik dan komit pada pembelajaran yang bermutu. Untuk menghadapi tantangan global di era digital diharuskan guru yang profesional dan memiliki perspektif global, yang tercermin dalam pandangan guru tentang; adanya perbedaan pendapat dalam dunia global, pandangan guru terhadap isu-isu dan peristiwa global, pandangan guru terhadap adanya perbedaandan dan persamaan budaya, pandangan guru bahwa dunia ini merupakan sebuah sistim yang saling ketergantungan, dan pandangan guru terhadap kebebasan berpartisipasi di dunia internasional.

Permasalahan yang sering muncul berkaitan dengan komitmen guru di  era digital saat ini adalah kurangnya kesiapan dan profesinalisme guru sebagai salah satu komponen utama dalam proses pembelajaran. Guru yang berkompeten dan relevan dengan kebutuhan sekolah bukan hanya berkualifikasi saja tetapi juga berkomitmen untuk selalu menjadikan pendidikan sebagai pendidikan sepanjang hayat. Secara aktif melakukan perbaikan diri dan pengembangan kompetensi dan menerapkannya dalam kehidupan demi masa depan siswa. Peran yang dimiliki oleh seorang guru dalam usaha untuk mengenali dan mengembangkan profesionalisme menjadi sangat penting untuk dilakukan. Standar proses pembelajaran dapat terwujud jika didukung oleh guru yang memiliki kompetensi dan memiliki komitmen profesional, dan guru seperti ini sangat dibutuhkan terlebih pada era  dan persaingan global saat ini.

Era globalisasi yang serba digital dan penuh persaingan, memberikan tantangan guru ke depan antara lain; Pertama, perkembangan IPTEK yang cepat dan pesat akan membutuhkan guru yang berkarakteristik adaptif responsif, arif dan bijaksana,  Kedua, arus negatif globalisasi akan membutuhkan guru yang bisa berperan aktif dan bijaksana sebagai fasilitator dan  mebimbing para siswa, Ketiga, krisis sosial, seperti kriminalitas dan pengangguran akan membutuhkan guru yang responsif, sehingga sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang mendapat kepercayaan masyarakat harus mampu menghasilkan siswa yang siap hidup dalam kondisi dan situasi bagaimanapun, Keempat, krisisidentitas sebagai bangsa dan Negara Indonesia akan membutuhkan guru yang mampu berperan sebagai penjaga nilai-nilai  termasuk nilai nasionalisme kepada para siswanya, dan Kelima, perdagangan bebas akan membutuhkan guru yang visioner, kompeten dan berdedikasi tinggi sehingga mampu membekali siswa dengan sejumlah kompetensi yang diperlukan sebagai bekal menghadapi persaingan global (Napitupulu, 2009).

Komitmen guru merupakan kekuatan batin yang datang dari dalam hati seorang guru tentang tugasnya, yang dapat memberikan pengaruh besar terhadap sikap guru berupa tanggung jawab terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara profesional. Untuk menciptakan guru yang profesional dibutuhkan komitmen yang membuat guru memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru secara maksimal. Dengan kata lain, guru profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik serta memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya.

Guru yang memiliki komitmen  profesional tentunya akan dapat menumbuhkan perhatian siswa dalam belajar, sehingga dapat mewujudkan situasi belajar mengajar yang baik, terlebih sekali di era globalisasi yang penuh tantangan dan persaingan, tentu dibutuhkan guru yang professional dan memiliki wawasan global guna menciptakan peserta didik yang memiliki keterampilan dan jiwa daya saing ditengah perkembangan jaman. Dengan komitmen guru yang tinggi dalam keterlibatannya di sekolah dapat dipastikan mampu mempengaruhi prestasi belajar siswa.

Banyak faktor yang mempengaruhi komitmen profesional guru dalam kegiatan proses pembelajaran di sekolah, terlebih di era digital saat ini. Salah satunya adalah bagaimana wawasan guru dalam menyikapi perkembangan jaman dan peristiwa global atau yang sering disebut dengan perspektif global. Dari hasil penelitian penulis, terbukti bahwa perspektif global seorang guru dapat meningkatkan komitmen profesionlnya dalam melaksanakan profesi keguruannya.

Bagi seorang guru, pada era digital dan keterbukaan saat ini, perspektif global sangat penting. Jika tidak reponsif, mungkin kita tersesat oleh arus globalisasi yang begitu deras. Untuk dapat memanfaatkan perkembangan dunia ini bagi kesejahteraan manusia maka kita harus memahami dunia. Dengan demikian cara pandang kita yang mungkin sempit selama ini harus berubah menjadi cara pandang yang luas dan global. Artinya segala sesuatu peristiwa, dan masalah harus dipandang dari sudut kepentingan global. Dengan perspektif global seorang guru secara kreatif akan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu berkompetisi dalam pasar global. Program-program yang harus dipersiapkan betul-betul menjawab tantangan di era digital adalah program yang memiliki daya saing dan yang lebih penting lagi harus sesuai dengan kebutuhan pasar nasional maupun internasional

Untuk menciptakan peserta didik yang memiliki daya saing global tentu harus melalui guru yang memiliki perspektif global. Pandangan guru terhadap dunia global terlihat bagaimana guru terus berupaya dalam menyikapi isu dan peristiwa global serta bagaiman guru menyampaikan pandangan tersebut kedaalam proses pembelajaran didalam kelas. Menjadi guru di era global pasti tidaklah mudah, pengetahuan harus terus berkembang sejalan dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat.  Anderson (1979) menyatakan ada 5 tujuan pokok dari perspektif global, yaitu: Pertama, Mengembangkan pengertian keberadaan mereka sebagai individu-individu yang membentuk masyarakat. Kedua Mengembangkan pengertian bahwa mereka merupakan anggota dari masyarakat dunia. Ketiga, Mengembangkan pengertian bahwa mereka adalah penghuni planet bumi ini dan kehidupannya bergantung pada planet bumi tersebut. Keempat, peserta didik harus diberi pengertian bahwa mereka adalah partisipan atau pelaku aktif dalam masyarakat global ini. Kelima, mendidik peserta didik agar mempunyai kemampuan untuk hidup secara bijaksana dan bertanggung jawab sebagai individu, sebagai umat manusia, sebagai insan penghuni planet bumi ini, serta sebagai anggota masyarakat global.

Untuk menghadapi tantangan di atas seorang guru harus memahami dunia dengan terus meningkatkan wawasan global dengan perspektif bahwa segala masalah, kejadian atau kegiatan yang terjadi di muka bumi ini adalah tidak lepas dari kepentingan global, yaitu dari sisi kepentingan dunia atau internasional. Dengan demikian cara pandang guru yang mungkin sempit selama ini harus berubah menjadi cara pandang yang luas dan global. Dengan perspektif global seorang guru secara kreatif akan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu berkompetisi dalam pasar global. Program pembelajaran yang harus dipersiapkan betul-betul menjawab tantangan era globalisasi dan yang lebih penting harus sesuai dengan kebutuhan pasar nasional maupun kebutuahn pasar internasional. Untuk menciptakan peserta didik yang memiliki daya saing global tentu harus melalui guru yang memiliki perspektif global.

Pandangan guru terhadap dunia global terlihat bagaimana guru terus berupaya dalam menyikapi isu dan peristiwa global serta bagaiman guru menyampaikan pandangan tersebut kedaalam proses pembelajaran didalam kelas. Untuk meningkatkan perspektif global perlu adanya pemahaman guru tentang dimensi perpektif global meliputi pandangan tentang;

Pertama, adanya perbedaan pendapat dalam dunia global. Kesadaran akan adanya berbagai perbedaan antar bangsa di dunia ini perlu ditanamkan terhadap pemikiran peserta didik. Adanya pemahaman akan perbedaan ini akan menimbulkan saling menghargai dan membuat itu sebagai variasi kehidupan dan merupakan kodratnya manusia. Tidak ada yang menghendaki kita hidup bercerai berai hanya karena alasan kita berbeda satu sama lainnya dalam hal berbeda etnis, bahasa, keyakinan, kebiasaan, makanan, dan lain-lain.

Kedua, pandangan guru terhadap isu-isu dan peristiwa global. Dengan pemahaman isu global menjadikan guru lebih kreatif dalam menciptakan kegiatan pembelajaran yang dinamis dan terus mengikuti perkembangan jaman. Isu-isu global dapat juga dimasukkan kedalam materi pelajaran, dengan cara membuat isu-isu global yang lagi update, seperti MEA dan isu-isu lainnya seperti pemanasan global dan masuknya para tenaga kerja asing ke Indonesia. Seorang guru dapat membuat siswa memiliki pemikiran atau paham mengenai peran, aksi dan partisipaasinya dalam menyikapi isu global

Ketiga, pandangan guru terhadap adanya perbedaan budaya tetapi ada persamaan. Pemahaman akan adanya perbedaaan budaya di setiap bangsa dan Negara akan membuat kita saling menghargai satu sama lain. Adanya kesepakatan yang bisa diterima secara umum dalam membuat karakteristik budaya-budaya yang ada di dunia ini. Sebagai warga dunia yang perlu dipahami bahwa sekalipun ada perbedaan-perbedaan dalam budaya, namun ada banyak kesamaan yang dimiliki. Seringkali terjadinya berbagai konflik sosial di tanah air ini antara lain karena tidak adanya atau kurangnya pemahaman dan penghargaan atas budaya etnik/bangsa lain. Salah satu usaha untuk menyikapinya adalah dengan mendidik manusia-manusia atau masyarakat kita agar mereka mengetahui dan menghargai berbagai perbedaan budaya tersebut.

Keempat, pandangan guru bahwa dunia ini merupakan sebuah sistim yang saling ketergantungan. Kesadaran atau pemahaman bahwa semua Negara di dunia ini terselenggarakan dengan berbagai sitem dan dilakukan berdasarkan sistemik yang masing-masing Negara yang satu dengan lainnya berbeda dari sudut pandang dan konsep pemahaman. Dinamika global atau sistem-sistem yang ada di dunia memungkinkan bangsa-bangsa saling ketergantungan, dimana dinamika tersebut terus beubah karena sistem dunia yang dinamis dalam lingkungan fisik, budaya, dan ekonomi

Kelima, pandanga guru terhadap kebebasan berpartisipasi di dunia internasional.Partisipasi aktif suatu negara merupakan suatu pilihan, dan pilihan tersebut akan memberikan konsekuensi ataupun peristiwa-peristiwa penting lainnya. Peristiwa-peristiwa yang dibentuk oleh keputusan individu maupun secara bersama dalam suatu kawasan yang dibuat oleh komunitas dan bangsa. Perlu dipahami bahwa peristiwa di satu negara yang jauh, akan terdengar dan bahkan berimbas ke negara-negara lain.

Kelima dimensi persfektif global guru tersebut penting di implementasikan dalam setiap melaksanakan tugas utamnaya pada saat proses pembelajaran berlangsung.

Perkembangan dunia pendidikan saat ini sedang memasuki era yang ditandai dengan gencarnya inovasi teknologi, sehingga menuntut adanya penyesuaian sistem pendidikan yang selaras dengan tuntutan dunia kerja. Demikian juga pada sekolah-sekolah kejuruan (vokasional) seperti SMK. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dirancang untuk menyiapkan peserta didik atau lulusan yang siap memasuki dunia kerja dan mampu mengembangkan sikap profesional di bidang kejuruan. Lulusan pendidikan kejuruan diharapkan menjadi individu yang produktif yang mampu bekerja menjadi tenaga kerja menengah dan memiliki kesiapan untuk menghadapi persaingan kerja. Persaingan kerja ini sangat terasa dan menjadi permasalahan di era globalisasi saat ini. Untuk menciptakan lulusan SMK yang berdaya saing maka dibutuhkan guru-guru yang profesional dan memiliki perspektif global.

Guru vokasional (SMK) merupakan salah satu komponen utama dalam proses pendidikan di sekolah lanjutan atas. Oleh sebab itu, berusaha memahami tantangan dan masalah yang akan dihadapi oleh guru pada era digital sat ini merupakan upaya yang baik untuk mengembangkan profesionalisme guru SMK. Sehubungan dengan prespektif global seorang  guru SMK harus memberikan bekal pengetahuan kepada siswa tentang pentingnya pengetahuan global dalam memahami masalah-masalah dunia. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan wawasan anak didik sebagai landasan dalam melakukan tindakan yang berdampak global. Serta dapat memberikan contoh dan teladan dalam aktifitas sehari-hari, yang mempunyai pengaruh dan berkaitan dengan masalah global. Dengan demikian pentingnya wawasan perspektif global dalam pengelolaan pendidikan merupakan salusi  dalam upaya peningkatan mutu pendidikan nasional

Artikel ini ditulis oleh Mahasiswa Program Doktor Pascasarjana UNP, Hanafi, dengan Promotor 1) Prof. Dr. Nurhizrah Gistituati, M.Ed, Ed.D, 2) Prof. Dr. Rusdinal, M.Pd 3). Prof. Dr. Hasdi Aimon, M.Si