Tak Berkategori  

Pesan Berantai Dokter Palsu Sebarkan AIDS Itu Hoax

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PADANG – Sejumlah masyarakat resah dengan pesan berantai yang disebarkan dari satu media sosial ke media lainnya. Pesan itu menyatakan tentang dokter palsu yang berpura-pura melakukan ukur gula darah secara gratis, padahal menyebarkan virus AIDS melalui jarum suntik.

Para dokter itu dikabarkan dalam pesan tersebut akan mendatangi rumah masyarakat dan menjalankan misinya di atas melalui jarum suntik.

Guna memastikan info tersebut Singgalang mencoba mengkomunikasikannya dengan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang, Dr. Wirsma Arif Harahap.

“Info itu jelas-jelas tak berdasar. Itu hoax. Jadi masyarakat tak perlu resah,” kata Dr. Wirsma, Minggu (7/5).

Dijelaskannya, virus HiV tidak bisa disimpan dalam spuit. Infeksi HIV baru bisa terdeteksi setelah 2 tahun terinfeksi.

“Jadi nggak mungkin masyarakat langsung tahu dia terinfeksi HIV karena gejalanya akan terasa dalam waktu yang cukup lama,” terangnya menambahkan.

Jika pun ada mahasiswa Fakultas Kedokteran Unand atau pun fakultas kedokteran lainnya, tentu mereka membawa identitas resmi atau tanda pengenal lain yang jelas dan bisa dipertanggung jawabkan.

Sebagaimana info yang tersebar, pesan berantai itu menghimbau masyarakat untuk waspa karena adanya dokter palsu yang menyebar ke daerah. Mereka membawa virus mematikan untuk disuntikkan pada masyarakat.

Dokter itu, sebagaimana disampaikan dalam pesan berantai akan mengaku diutus fakultas kedoktetan tertentu. Dalam pesan itu seorang warga pasuruan, Jawa Timur banyak yang terinfeksi virus AIDS setelah mendapat cek gula darah gratis yang mengaku dari Fakultas kedokteran.

Hal yang serupa pun terjadi di daerah Kabupaten Bireuen, Aceh Utara yang ada beberapa orang yang diduga terinfeksi AIDS setelah melakukan suntik darah untuk tes gula darah yang sama dilakukan oleh yang mengaku berasal dari Fakultas Kedokteran.

Masih info dari pesan berantai itu dilaporkan, kalau banyak yang melapor ke polisi.

Pesan berantai itu disebarkan dengan dua versi. Versi pertama virus disebarkan pihak PKI sedangkan versi kedua virus HIV AIDS disebarkan oleh ISIS. Namun pesan itu hanyalah hoax yang disebarkan orang-orang tak bertanggung jawab. (yuke)