Tak Berkategori  

Pesawat Dialihkan, Pria Ini Tak Sempat Saksikan Wajah Ibu untuk Terakhir Kali

Proses pemakaman ibunda Syaiful (yose)
Proses pemakaman ibunda Syaiful (yose)

PADANG – Akibat dialihkannya pesawat Lion JT 353 tujuan BIM ke Pekanbaru, salah seorang penumpang pasrah tidak dapat menyaksikan jasad ibu sebelum dikuburkan.

Syaiful (41), salah seorang penumpang pesawat tersebut sengaja buru-buru terbang dari Jakarta menuju Padang. Keberangkatan setelah mendapat kabar ibunya meninggal dunia di kampung, Selasa (23/8) sore.

Ia awalnya berharap bisa mendarat pagi, agar dapat melihat jasad ibu untuk terakhir kali, ternyata niatnya tidak tercapai.

Ibunda Syaiful meninggal akibat serangan jantung di Pagang Dalam, Nanggalo, Kota Padang. Di kampung, meski hujan semua sanak saudara sudah berkumpul. Semua prosesi penyelenggaraan jenazah sudah disiapkan.

Dari Pekanbaru, Syaiful sempat meminta keluarga untuk menunggu dirinya sebelum jasad ibu dikubur. Namun, permintaan itu tidak dipenuhi. Mengingat akan masuk Salat Zuhur.

“Kalau tidak bisa pesawatnya terbang lagi dari Pekanbaru ke Padang, sebelum pukul 12.00 WIB, penyelenggaraan jenazah sudah harus selesai,” sebut Muslim mamak Syaiful.

Ternyata hingga pukul 11.30 WIB, pesawat tersebut belum juga bisa terbang ke Padang lagi. Akhirnya dia merelakan ibunya dikubur sebelum Salat Zuhur.

“Tidak apa-apa, lanjutkan saja penyelenggaraan jenazah,”jawabnya Syaiful dihubungi keluarganya dari Padang dengan sedih.

Sebelumnya akibat cuaca buruk melanda wilayah Sumbar tadi malam, pesawat Lion dari Jakarta tujuan Padang terpaksa dialihkan ke Pekanbaru, Riau.

Pesawat tersebut seharusnya sudah mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pukul 10.00 WIB. (yose)