Tak Berkategori  

Pesong

Khairul Jasmi (ist)

Ada empat tema besar dalam Al Quran, tulis Dr. Anis Malik Thoha, dari,M Sultan Sharif Ali Islamic University (UNISSA), Brunei Darussalam. Keempatnya: Tuhan, alam semesta, manusia dan kehidupan. Tema Tuhan mendominasi kitab suci tersebut.

Tuhan. Tak usah dikaji nanti saya pesong. Gila-gila tanggung dan parahnya sok tahu. Alam semesta? Boleh jugalah tapi samalah pengetahuan kita soal yang satu ini. Lebih mengertilah nelayan, petani, warga pinggang gunung atau sopir truk dari pada saya. Mungkin juga Anda.

Manusia adalah kita. Banyak yang remuk oleh nasibnya, sebagian melambung tinggi jadi manusia hebat dan tak lupa daratan. Ada juga yang lupa. Daratan saja lupa apalagi Tuhan. Ini sering dipakai dalam pengajian dari dulu sampai sekarang.

Segitu sajalah soal manusia, sebab yang satu ini kajiannya sejak sebelum lahir sampai masuk kubur. Jangankan manusia, urusan kita-kita saja tak selesai oleh kita.

Lalu kehidupan. Kita lagi nih. Kita dengan segenap simpang-simpangnya. Ilmu-ilmunya. Aliran-aliran besarnya serta agama-agamanya. Manusia yang banyak tidur, banyak bicara dan banyak makan ini, ada-ada saja masalah yang dia buat. Bisa kacau kehidupan. Ada kapitalis, moralis dan agamais.

Yang kapitalis, agama baginya ada tapi tepi-tepinya saja. Yang moralis, mengajarkan adab saja. Ada juga, dia saja yang beradab, orang lain tidak. Yang agamais, ya ulama kita yang ilmunya sedalam samudera itu. Kita-kira yang kara-kara ini ada juga yang agamais, yang seimbang iman dan amal salehnya.

Tapi: ada juga yang manggaleh agama. Gila berteriak saja, bergerombol. Penat diterkam waktu, tinggal kuah-kuahnya saja sekarang. Ada pula yang terbang rendah bagai elang mengintai anak ayam. Galehnya bid’ah.

Demikianlah kita, serba tahu dan serba tidak tahu. Walau begitu dalam WAG pesan moral, kutipan ayat dan anjuran-anjuran tentang kebaikan hadir setiap hari. Salin tempel saja, tak singgah dalam kepala.

Al Quran, nah. Baca koran rajin, baca Al Quran tak mau. Azan tiba, 15 menit saja shalat berjemaah, tak mau, main HP berjam-jam. Gila postingan itu saja kita tiap hari. Kalau tiba Maulid? Heboh hahaha.

Kita sering tak tahu akan posisi kehadiran di alam raya, merasa bodoh dan merasa pintar. Sok-sok “ya sudahlah, baa juo lai memang mode tu kini.” Saya hampir saja pesong karena sok paten, karena segala akan ditulis. Jangan ditiru, saya takkan menolong. (*)