Tak Berkategori  

Petani Agam Belum Banyak Ikut Asuransi Pertanian

LUBUK BASUNG – Mungkin karena program ini masih baru, petani di Agam ternyata masih sedikit masuk asuransi pertanian. Sebelumnya hanya usaha perikanan yang ada program asuransi. Namun saat ini terbuka pula pintu untuk mengasuransikan usaha tanaman padi sawah mereka, namun dari 2.350 hektare yang ditarget Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (Dipertahornak) Kabupaten Agam, hanya 65 hektare lahan pertanaman padi sawah yang disuransikan.
“Lahan pertanian yang diajukan petani itu jauh lebih sedikit dibandingkan kuota yang diperoleh Agam tahun 2016 ini,” jelas Sekretaris Dipertahornak Agam, Arief Restu didampingi Kasinya di Lubuk Basung, Selasa (30/8).
Hanya 65 hektare itu usaha tani padi sawah yang diusulkan dari 8 kelompok tani diajukan. Dinas Pertanian tidak bisa memaksakan, karena fasilitas itu hak petani itu sendiri.
“Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) melalui PT. Jasindo itu sudah disosialisasikan kepada petani sejak Maret 2016, namun sebagian mereka masih belum paham. Sosialisasi Asuransi itu juga melibatkan PT Jasindo,” jelas Arief Restu.
Premi atau tanggungan yang akan dibayarkan untuk sati Musim Tanam (MT) untuk per hektarnya Rp180 ribu, 80 persen (Rp144 ribu) di antaranya dibayar pemerintah, 20 persen sisanya (Rp36 ribu) dibebankan kepada peserta asuransi.
Tujuan asuransi ini untuk membantu petani dari ancaman gagal panen akibat banjir, longsor, serangan hama wereng, tikus dan kekeringan. Apabila petani mengalami musibah tersebut akan menerima klaim asuransi sebesar Rp6 juta dalam satu hektarw apabila mereka gagal panen. (lukman)