oleh

Petani Gagal Panen, Harga Beras Melonjak

Ilustrasi. (*)

LUBUK SIKAPING – Curah hujan sudah berkurang di Pasaman. Sepekan, cuaca cukup bersahabat. Aktivitas warga pun mulai normal. Para petani mulai tersenyum sumringah.

Mereka ke sawah lagi, membajak atau menjemur padi hasil panen nan lalu. Begitu juga petani yang berkebun. Rumput yang meninggi dan subur selama musim hujan, mulai disiangi lagi.

“Alhamdulillah lah Pak, kita mulai membajak dan menyemai bibit padi lagi. Mudah-mudahan saja cuaca bersahabat,” kata salah seorang petani di Lubuk Sikaping, Mak Yal (48), Rabu (21/11).

Diakui Mak Yal, sejak awal tahun lalu, produksi padi di Lubuk Sikaping dan Pasaman umumnya mengalami penurunan, bahkan lebih cenderung gagal panen.

“Adapun yang berhasil panen. Hasilnya tidak begitu membanggakan. Sudahlah panen, menjemur pula yang tidak dapat. Hari hujan terus. Makanya bisa dikatakan kami banyak gagal panen,” lanjut, Izal petani lainnya.

Pantauan Singgalang, gagal panennya petani ini berdampak kepada harga beras yang melonjak. Rata-rata setiap jenis beras mengalami kenaikan Rp4.000 hingga Rp6.000 per sukek (dua gantang umumnya). “Mau beras lokal ataupun beras dari kabupaten kota tetangga, tetap mengalami kenaikan. Penyebabnya ya itu tadi, cuaca tidak bersahabat sebelumnya, pasokan beraspun menipis,” tutup, Akmal, salah seorang toke beras di Lubuk Sikaping. (chandra)

 

Loading...

Berita Terkait