oleh

Petani Solok Selatan Keluhkan Kelangkaan Pupuk

PADANG ARO – Masyarakat petani di wilayah Kabupaten Solok Selatan mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi. Meski ada beberapa pengecer resmi, namun mereka tidak menjual pupuk bersubsidi seperti pupuk phonska.

Salah seorang petani di Jorong Sapan Sungai Sungai Nan Duo, Nagari Pakan Rabaa Timur, Agusleni kepada Singgalang, Jumat (6/12) mengatakan bahwa dirinya sangat kesulitan mendapatkan pupuk untuk lahan padinya. Padahal, tanaman padi miliknya sudah saatnya diberi pupuk, terutama jenis phoska.

“Jangankan untuk membeli dengan harga mahal, keberadaannyapun juga tidak ada,” keluh Agusleni.

Sementara itu, salah seorang yang pernah menjadi pengecer pupuk bersubsidi di Kecamatan KPGD, H. Arin mengatakan, dirinya juga sangat sulit untuk mendapatkan pupuk bersubsidi saat ini. Apalagi semenjak ia diputuskan menjadi pengecer pupuk bersubsidi.

“Setahu kami ada dua pengecer resmi pupuk bersubsidi di kecamatan KPGD ini, namun mereka juga tidak juga memiliki pasokan pupuk bersubsidi itu,” terang H. Arin.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pertanian Solok Selatan Tri Handoyo Gunardi menjelaskan, saat ini Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, tengah berupaya meminta tambahan jatah pupuk bersubsidi sebanyak 715 ton, karena kuota tahun ini semuanya sudah habis ditebus distributor dan disalurkan ke petani.

“Surat permintaan penambahan kuota pupuk bersubsidi 2019 sudah kami sampaikan ke Provinsi pada akhir November,” jelas Tri Handoyo Gunardi, di Padang Aro, Jumat (6/12).

Adapun penambahan kuota pupuk bersubsidi yang diusulkan oleh Pemkab Solok Selatan yaitu jenis Urea
240 ton, SP-36 140 ton, ZA 70 ton dan NPK Ponska 265 ton. Kuota lima jenis pupuk bersubsidi untuk Solok Selatan, pada 2019 berkurang menjadi 9.006,8 ton. Sedangkan pada tahun 2018 mencapai 10.525 ton.

Jatah pupuk bersubsidi Solok Selatan pada 2019 yaitu jenis urea 3.379 sebanyak 12 ton, SP-36
1.574 sebanyak 21 ton, ZA 620, 56 ton, NPK-Ponska 2.566,96 ton dan organik 866,03 ton. Sedangkan pada
2018, jatahnya yaitu urea 4.400 ton, SP-36 sebanyak 1.550 ton, NPK-Ponska 2.600 ton, ZA 700
ton dan organik 1.275 ton.

Seorang petani Solok Selatan Nof (28) mengatakan, kelangkaan pupuk bersubsidi sudah terjadi
beberapa minggu belakangan dan akibatnya petani sulit mendapatkannya. Ia terpaksa menunda proses tanam karen menunggu pupuk dan ada juga padi yang tidak diberi pupuk akibat kelangkaan. (afrizal amir)

Loading...

Berita Terkait