Tak Berkategori  

Petani Sumpur Kudus Panen Padi Organik

Petani di Sumpur Kudus melakukan panen perdana padi organik. (rahmat)
Petani di Sumpur Kudus melakukan panen perdana padi organik. (rahmat)

PADANG – Sebanyak 40 petani Nagari Sumpur Kudus yang sengaja dilatih untuk pengembangan sawah dan padi organik melalui Sekolah Lapangan (SL) sukses melakukan panen raya perdana, Selasa (30/10).

Panen tersebut dilakukan pada sawah organik percontohan yang memiliki luas 1.000 meter bujur sangkar di Jorong Ujuang Luak, Nagari Sumpur Kudus.

Usai panen raya, petani Sumpur Kudus juga melepaskan bibit ikan di Sungai Batang Sumpur yang merupakan sumber air. Setelah itu dilaksanakan juga peresmian posko belajar, makan bajamba dan ditutup dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kawasan perhutanan nagari.

Pada kegiatan panen raya, petani juga memamerkan hasil penelitian pembibitan, peran hama, penanaman padi, pupuk alami yang berasal dari jerami yang tidak dibakar, abu kayu, kulit pisang, kotoran ternak dan lainnya.

Wakil Direktur KKI Warsi yang diwawancarai Singgalang usai panen raya mengungkapakan bahwa pihaknya akan terus berbagi ilmu, pengalaman dan mendampingi masyarakat terkait pengembangan ekonomi masyarakat melalui sawah padi organik.

“Kepada peserta SL kita selalu mengingatkan agar segala ilmu yang telah didapat terus dikembangkan dan dibagikan kepada warga lainnya sehingga peran SL dan LPHN akan benar-benar memberi manfaat terhadap perekonomian warga Sumpur Kudus,” katanya.

Pantauan Singgalang, dari hasil penelitian yang petani didampingi KKI Warsi dan Lembaga Perhutanan Hutan Nagari (LPHN) Sumpur Kudus terungkap bahwa praktik sawah organik lebih menguntungkan. (rahmat)