oleh

Picu Kanker, BPOM Tarik Peredaran Ranitidin

PADANG – Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) RI menarik beberapa produk obat yang mengandung ranitidin. Keputusan ini terkait informasi sebelumnya dari Badan Kesehatan Amerika, US FDA dan EMA (European Medicines Agency) tentang senyawa ranitidin yang mengandung unsur NDMA pemicu kanker.

Pernyataan BPOM itu diumumkannya lewat website resminya pom.go.id dan akun instagram bpom_ri. Dalam keterangannya BPOM mememerintahkan industri farmasi pemegang izin edar produk tersebut agar berhenti produksi dan mendistribusikan, serta melakukan penarikan kembali (re-call) seluruh bets produk dari peredaran.

Industri farmasi juga diwajibkan untuk melakukan pengujian secara mandiri terhadap cemaran NDMA dan menarik secara sukarela apabila kandungan cemaran melebihi ambang batas yang diperbolehkan,” tulis BPOM dalam akunnya.

Lebih lanjut saat ini BPOM sedang melakukan pengambilan dan pengujian beberapa sampel produk ranitidin. “Hasil uji sebagian, ada sampel yang mengandung cemaran NDMA dengan jumlah yang melebihi batas yang diperbolehkan. Pengujian dan kajian risiko akan dilanjutkan terhadap seluruh produk yang mengandung ranitidin,” isi pengumuman itu.

Sementara Kepala BBPOM Padang, Martin Suhendri yang dihubungi Singgalang mengatakan pihaknya akan turun bersama tim untuk menindaklanjuti edaran dari pusat. “Ya kami akan turun ke lapangan besok,” kata Martin, Minggu (6/10)

Dijelaskannya, sesuai arahan pusat, pelaku usaha wajib meneliti kembali produk yang mereka produksi, sebab ranitidin, obat yang biasa digunakan untuk penderita magh terkontaminasi zat kanker. “Sebagai anitisipasi, kami minta masyarakat menghentikan penggunaan ranitidin atau pun obat yang sama sampai dipastikan obat tersebut aman untuk dikonsumsi kembali,” ujarnya. (yuke)

Loading...

Berita Terkait