oleh

PILKADA 2020; Hasil Pileg Hampir Akurat, Ini Utak Atik Bursa Calon Gubernur

PADANG – Meski penetapan resmi ada di tangan KPU, sejumlah perkiraan parpol yang menguasai DPRD Sumbar boleh dikatakan hampir akurat. Partai Gerindra dipastikan sebagai pemenang dan sukses mengantarkan 14 kadernya di DPRD Sumbar.

Sekretaris DPD Gerindra Sumbar Desrio Putra yang dihubungi Singgalang, kemarin di Padang, membenarkan perkiraan raihan kursi tersebut. Hasil resmi, sebut Desrio, pihaknya menunggu penetapan KPU Sumbar.

Dengan raihan 14 kursi itu, dipastikan Gerindra tidak terforsir memikirkan parpol koalisi menuju Pilkada Serentak 2020, karena bisa mengusung sendiri pasangan cagub dan wagub.

“Itu nanti dulu, sekarang kami fokus untuk menuntaskan Pileg 2019, karena banyak yang mesti dikerjakan. Setelah beres semua, dan wakil rakyat sudah dilantik, baru melangkah ke sana,” jawab Desrio diplomatis.

Untuk Gerindra, disebut-sebut akan mengusung Ketua DPD Gerindra Sumbar, Nasrul Abit. Apalagi, Nasrul Abit sekarang menjabat sebagai Wagub Sumbar yang memenangkan Pilkada serentak 2015 bersama Gubernur Irwan Prayitno.

Meski Gerindra aman mengusung sendiri, tapi dari beberapa informasi, Gerindra akan berkoalisi dengan PAN dan mengajukan Ketua DPW PAN Sumbar Ali Mukhni sebagai tandem Nasrul Abit.

Kolaborasi pasangan ini hebat dan sarat pengalaman. Nasrul sebelum bertarung pada Pilgub 2015, adalah wabup Pessel dan dua periode menjadi Bupati Pessel. Sedangkan Ali Mukhni, sebelum menjabat sebagai Bupati Padang Pariaman untuk kedua kalinya hingga kini, juga wabup  Padang Pariaman. “Cocok dan saling melengkapi,” ujar seorang tokoh Piaman.

Sekretaris DPW PAN Sumbar Indra Dt. Rajo Lelo, ditanya soal ini, juga menjawab diplomatis. “Fokus dulu ke Pileg 2019 yang hingga kini masih dalam proses. Soal Pilkada serentak nanti, PAN pasti akan mengusung kader terbaiknya,” kata dia.

PAN sendiri untuk DPRD Sumbar diperkirakan mendapat 10 kursi dan tidak bisa mengusung sendiri, karena titik aman bisa mengusung sendiri adalah raihan kursi di DPRD Sumbar 20 persen atau setara dengan 13 kursi dari 65 kursi yang tersedia.

Namun dari berbagai kesempatan, baik di acara Partai Amanat Nasional (PAN) maupun acara lainnya, jika ada Ali Mukhni yang hadir dan ikut memberi sambutan, kata-kata ‘Ali Mukhni, Gubernur Sumbar”. Ini bermakna, bisa hampir pasti menuju ke pentas Pilgub, bisa sebagai cagub atau  cawagub.

Kandidat kuat lainnya yang diperhitungkan menjadi gubernur mendatang adalah Mulyadi, anggota DPR sekaligus Ketua Demokrat Sumbar. Bahkan raihan suara Mulyadi pada Pileg 17 April lalu, jauh meninggalkan caleg lain dan mendekati angka 140-an ribu.

“Pandai menjaga hubungan dengan konstituen, benar-benar bekerja sebagai wakil rakyat di Senayan. Punya jaringan kuat ke pusat. Inilah investasi besar yang dimiliki Pak Mulyadi,”ucap pengamat politik Unand Edi Indrizal.

Sama dengan parpol lain, sebagai ketua Demokrat Sumbar, Mulyadi juga menyebutkan tetap fokus pada Pileg 2019 yang masih dalam perjalanan ke finish. Terakhir dilalukan evaluasi masing-masing DPD Demokrat kabupaten/kota.

Tapi dari arus bawah, tak hanya dari kader, juga masyarakat yang sudah merasakan ‘lakek tangan’ Mulyadi saat diberi amanah di DPR, berharap Sumbar ke depan, butuh sosok seperti Mulyadi. “Kami rindu pemimpin seperti Pak Mulyadi,” kata Ful, warga Limapuluh Kota.

Demokrat dipastikan tidak bisa mengusung sendiri, karena raihan kursi di DPRD Sumbar diperkirakan 10 kursi. Jadi harus koalisi dengan parpol lain. Dan disebut-sebut adalah Ketua Golkar yang kini Ketua DPRD Sumbar, Hendra Irwan Rahim.

“Pasangan serasi, mumpuni dan saling melengkapi,” sebut Ardi, kader Golkar di Agam dan menyebut Golkar diperkirakan tetap mendapatkan 9 kursi di DPRD Sumbar.

Bagaimana PKS yang juga diperkirakan meraup 10 kursi di DPRD Sumbar dan harus berkaolisi untuk menatap Pilgub 2020). Beberapa sumber menyebut, nama Hermanto, anggota DPR dari PKS yang pada Pileg 17 April lalu diperkirakan terpilih kembali.

Hermanto akan berpasangan dengan Bupati Agam dua periode Indra Catri yang juga sukses selama diberi amanah oleh masyarakat Agam.

Soal dengan parpol apa berkoalisi, bisa jadi dengan PPP yang diperkirakan meraih tiga kursi, atau PKB yang juga meraih tiga kursi dan tambahan lagi dua parpol lainnya yang juga diperkirakan meraup  tiga kursi untuk NasDem dan tiga kursi pula untuk PDI-P.

Selain itu, ada juga kandidat lain yang potensial dan sempat dikupas oleh Koordinator Komunitas Pemerhati Sumbar (Kapas) Isa Kurniawan. Dia merilis diakun facebook-nya @isakurniawan tentang dua figur Sumbar bersanding menatap Pilgub 2020.

Cuitan di laman status Isa Kurniawan itu cukup mencuri perhatian banyak folowernya dan balasan chat pun bermunculan. Duet maut Fakhrizal-Riza Falepi. Fakhrizal adalah Kapolda Sumbar dan Riza Falepi, walikota Payakumbuh yang menjabat untuk kedua kalinya.

“Dengan tidak mengurangi rasa hormat terhadap peluang yang lain, dalam pemikiran saya yang lebih memiliki peluang besar untuk ikut, Nasrul Abit (Wagub Sumbar) berpasangan dengan Ali Mukhni (Bupati Padang Pariaman) yang diusung Gerindra dan PAN,” katanya.

Kemudian Fakhrizal (Kapolda Sumbar) dengan Riza Pahlevi (Walikota Payakumbuh) yang diusung Partai Demokrat dan PKS, serta Golkar. Partai lainnya bisa ikut ke salah satu pasangan, atau membuat poros ketiga.

“Tetapi yang perlu digarisbawahi di sini, pasangan Fakhrizal dan Riza Pahlevi akan menjadi ‘duet maut’ dan penantang yang kuat bagi Nasrul Abit dan Ali Mukhni, maupun lainnya,” kata Isa. (pepen)

Loading...

Berita Terkait