oleh

Pilkada Pasaman, Sejumlah Nama Muncul ke Permukaan

LUBUK SIKAPING – Tahun 2020 sudah di depan mata. Tandanya, bakal dihelat pesta demokrasi pemilihan kepala daerah lainnya di Pasaman.

Pantauan Singgalang, dari nama-nama yang mengapung, agaknya ada yang sudah punya kapal (partai) ada pula yang belum. Ada yang terpilih menjadi Caleg DPRD Provinsi Sumatera Barat, seperti Benny Utama, Sabar, Donizar, dan ada pula yang terpilih menjadi Caleg DPRD Kabupaten Pasaman, seperti Yulisman, Danny Ismaya, serta ada pula ASN aktif, prajurit aktif dan mantan anggota dewan DPRD Pasaman dua periode, Saleh Lubis.

“Intinya, calon yang maju, tidak sembarangan, mereka punya massa dan ketokohan,” kata Erwan Chalid, salah satu pengamat perpolitikan di Pasaman.

Di sisi lain, nama-nama yang mengapung ini tentunya bakal terseleksi oleh aturan yang sedemikian rupa. Terlepas dari itu semua, tokoh muda Donizar tampaknya sudah saling bergandengan dengan Yulisman. Mereka terang-terangan di depan publik, menyatakan siap untuk meramaikan kancah demokrasi pada Pilkada 2020 mendatang.

“Insyallah kami siap,” jawab Donizar dan Yulisman singkat saat dihubungi.

Donizar dan Yulisman tampaknya tidak bisa dipandang sebelah mata oleh kubu yang ingin ikut dalam pesta demokrasi nantinya. Sebab, kedua tokoh muda Pasaman ini, sudah membuktikan diri mereka layak. Dimana, Donizar yang pertama kali maju sebagai Caleg DPRD Provinsi Sumbar, langsung mendapatkannya. Begitu juga Yulisman, putra Mapattunggul Selatan ini, juga berhasil mengambil satu kursi untuk DPRD Pasaman.

Selain Donizar-Yulisman, ada pula mengapung nama Sabar AS bergandengan dengan Danny Ismaya. Latar belakang dua tokoh ini, tidak jauh berbeda dengan Donizar dan Yulisman. Hanya saja, Sabar lebih senior di dalam dunia politik. Buktinya, berkat ketokohan, Sabar mampu mempertahankan kursinya di DPRD Sumbar.

Perihal Atos Pratama, juga harus diwaspadai betul pergerakannya. Sebagai wakil bupati aktif, lima tahun kepemimpinannya, ia dinilai masyarakat sudah paham betul semua celah untuk memukul KO tanpa ampun pasangan lain. Belum lagi Heri Supriadi, tokoh muda senior di partai PKS.

Lebih lanjut, ada nama yang diharapkan menduduki BA 1 D, tentu ada pula nama BA 2 D. Di sini, nama Antoni Rahmat, putra asli Kecamatan Duo Koto ini, juga dielukan sebagai calon terkuat dan layak, untuk mendampingi Benny Utama, mantan Bupati Pasaman, berjulukan bapak pembangunan. Ketokohan antoni yang kini menjabat sebagai PNS aktif, jangan ditanya. Kecamatan Duo Koto, ia salah satu tokoh seniornya. Tidak ada yang tak kenal dengan Antoni. Tidak sedikit jargon Benny Utama-Antoni Rahmat disingkat BenAr sudah terdengan se jagad raya Pasaman.

Selain Antoni, mengapung pula nama Andriko Saputra, pengacara kondang di Jakarta putra asli Pasaman. Ada juga Ahmad Yani yang kini menjabat sebagai Wakapolres Pasaman, Afrizal, Halim, Kolonel Meri, Mara Ondak, Burhanuddin, Aminullah, hingga Saleh Lubis dan Bona Lubis. Terkhusus Ahmad Yani, di tengah publik dan awak media, ia juga mengaku telah memantapkan diri untuk merebut salah satu kursi kepemimpinan Pasaman.

Di sisi lain, peta politik di Pasaman, tidak sembarangan peta. Ada selatan dan utara. Selatan ini meliputi daerah Kecamatan Lubuk Sikaping, Bonjol, Simpang Alahan Mati, Tigo Nagari sementara utara meliputi Panti, Padang Gelugur, Duo Koto, Mapattunggul, Mapattunggul Selatan, Rao dan Rao Selatan.

Peta politiknya, bila ingin menang, calon pasangan harus bergendengan, bupati dari selatan dan utara wakilnya atau sebaliknya. Kecil kemungkinan calon dari selatan bergandengan calon bersal dari selatan atau utara bergandengan dengan utara untuk bisa menduduki BA 1 dan 2 D. Ini berdasarkan historis peta politik di Pasaman yang selama ini ada. (can)

News Feed