Tak Berkategori  

Pintu Embung Malelo Rusak, Ratusan Warga Pessel Terancam Banjir Bandang

Ombudsman (net)
Ombudsman. (*)
Ombudsman. (*)

PADANG – Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat, mengingatkan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan untuk memprioritaskan keselamatan warga di sekitar embung Gunung Malelo.

“Menurut informasi yang kami terima saat ini embung yang terletak di Kecamatan Sutera itu tidak berfungsi maksimal karena saluran pengurasnya mengalami kerusakan, dan sebaliknya malah mengancam warga,” kata Asisten Ombudsman Perwakilan Sumbar, Yunesha Rahman di Padang, Sabtu (21/11).

Terlepas siapa yang bertanggungjawab melakukan pemeliharaan embung, yang terpenting adalah bagaimana upaya pemerintah daerah melakukan pencegahan dari resiko yang akan terjadi.

“Salah satunya memberikan imbauan kepada warga tentang kemungkinan adanya ancaman, karena pintu embung mengalami kerusakan ataupun bisa secara swadaya memperbaiki kerusakan pintu penguras embung itu,” kata dia.

Pihaknya mengapresiasi langkah Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) kabupaten setempat yang telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

“Langkah itu kami apresiasi dan alangkah baiknya setelah mengetahui kalau ada kerusakan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait,” jelasnya.

Kepala Bidang Irigasi, PSDA Pesisir Selatan, Devitra mengaku pihaknya empat bulan lalu telah melakukan pemantauan operasional embung dan membenarkan pintu penguras embung mengalami kebocoran, dan sudah tidak bisa digunakan.

Sementara itu, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Ramadhan mengatakan pintu penguras embung sudah dua tahun lebih mengalami kerusakan sehingga membahayakan warga sekitar ditambah dengan kondisi air embung terisi penuh air.

“Pemerintah dinilai setengah hati menanganinya, akibatnya kami dirugikan karena tidak bisa merasakan manfaat embung, dan juga terancam dengan keberadaan embung,” kata dia.

Anggota Komisi IV Bidang Pembangunan, DPRD Sumbar, Saidal Masfiudin mengatakan perihal kerusakan pintu penguras embung itu sudah diketahuinya dan meminta Balai Wilayah Sungai Sumatera V untuk segera memperbaikinya.

“Jangan saling lempar tanggung jawab, jika pintu pembuangan air tidak diperbaiki bahayanya bukan hanya mengancam satu dua warga tapi ratusan warga,” kata dia.

Ia juga menyesalkan tidak ada kontrol berkala sehingga pintu pembuangan air itu mengalami kerusakan.

Embung Gunung Malelo mempunyai luas genangan 2,72 hektare dan volume tampung 135.000 meter kubik air, dibangun pada 2006. (aci)

sumber:antara