Tak Berkategori  

PLTMH Induring – Bukit Suarti Suplay Listik ke PLN

FOTO: Dirut PT Pembangkit Listrik Induring, Iqbal R Wilis Dt Tan Piaman usai penandatangan commercial operation date (COD) dengan GM PLN UIW Sumbar Toni Wahyu Wibowo, Jumat (26/11).(ist)

PADANG – Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Induring-Bukit Suarti di Pesisir Selatan mulai berproduksi.

Perusahaan yang dibangun oleh putra daerah tersebut kini sudah menyuplai listrik ke jaringan PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Barat (Sumbar).

Suplay daya tersebut seiring dengan ditandai dengan penandatanganan berita acara commercial operation date (COD) antara PLN UIW Sumbar dengan PT Pembangkit Listrik Induring, Jumat (26/11/2021) di Padang.

Beroperasinya PLTMH Induring ini sekaligus menjadikan semangat energi hijau di Sumbar. Karena PLTMH ini menggunakan tenaga air.

Tahap awal suplai listrik ke jaringan PLN UIW Sumbar, dengan tegangan 20 KV kapasitas 2×1 MW.

Diketahui, PLTMH Induring-Bukit Suarti ini berada di Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan.

PLTMH Induring ini sepenuhnya dibangun dan dimiliki oleh PT Bergonia Pratama, perusahaan keluarga anak-anak dari Ir H Sjaiful Wilis dan Suarti, yang merupakan putra daerah Pesisir Selatan.

Pembangunan PLTMH Induring ini berawal dari kekhawatiran Sjaiful Wilis melihat kekurangan energi listrik di kampung halamannya.

Sjaiful Wilis yang berlatar belakang pendidikan ilmu kelistrikan tahun 1950-an di ITB, lalu memulai mewujudkan cita-cita mulianya itu.

“Tahun 2008 dimulai dengan survei lokasi, pengerjaan study kelayakan, pengurusan izin sampai berhasil kontrak dengan PLN tahun 2012, dan mulai pembangunan di tahun 2013,” kata Direktur PT Pembangkit Listrik Induring, Ir H Iqbal R Wilis, MM.

Pria yang akrab disapa Datuk Tan Piaman ini mengungkapkan, dalam perjalanan panjang selama hampir 14 tahun, beragam hal yang dialaminya.

“Kita melewati masa sulit menghadapi kondisi alam yang keras, berganti kontraktor, hingga bencana. Tapi kita tetap untuk melanjutkan proyek ini dengan kemampuan sendiri,” ucapnya didampingi sang adik, Andri K Wilis, MBA.

Mereka beradik kakak, kukuh menghadirkan PLTMH ini, demi mewujudkan keinginan orang tuanya untuk memajukan kampung halaman, Pesisir Selatan.

“Kalau biayanya, dua kali lipat dari biaya yang seharusnya. Total sudah Rp 90 miliar dana yang dikeluarkan. Tapi akhirnya dapat juga kami selesaikan,” ucapnya.

Saat ini, kata dia, mereka tidak berpikir untuk balik modal terlebih dahulu. Yang penting baginya, warga dapat terbantu.

“Rezeki dari Tuhan, bukan dari bank, bukan dari PLN. Jadi kita berbuat saja dulu untuk orang banyak,” kata dia.

PLTMH ini juga membuka banyak lapangan kerja. Pihaknya memanfaatkan tenaga kerja lokal, warga sekitar. Ada ratusan orang yang dilibatkan.

Sementara itu, Senior Manager Perencanaan PLN UIW Sumbar, Dicky Hiwaedi mengatakan, COD dengan PLTMH Induring merupakan dukungan PLN UIW Sumbar untuk mewujudkan green energy. Memanfaatkan air menjadi energi.

Dengan COD ini, kata dia, berarti telah dimulai transaksi jual beli listrik antara PLTMH Induring dengan PLN.

Dijelaskannya, untuk saat ini, komposisi energi baru terbarukan (EBT) di Sumbar sudah sangat dominan, yakni mencapai 20 persen lebih.

“Sedangkan target nasional 23 persen sampai tahun 2024,” ujarnya.

Secara keseluruhan, daya listrik di Sumbar sendiri sudah surplus atau over suplay.

“Beban puncak kita 600 MW. Sedangkan cadangan kita sudah hampir 700 MW. Jadi hampir 20 persen kita over suply,” sebutnya.(yose)