Tak Berkategori  

Polisi di Solok Hentikan Kasus Pembobolan Kas Nagari

Ilustrasi (net)

SOLOK – Polisi menghentikan penyelididikan kasus pembobolan kas Nagari Aripan, Kabupaten Solok, setelah terduga pelaku mengembalikan kerugian nagari.

Sebelumnya sejumlah pihak kanagarian sempat diperiksa penyidik Reskrim Polres Solok Kota, termasuk Camat Singkarak.

Kasat Reskrim Polres Solok Kota AKP Evi Wasri kepada Singgalang menjelaskan penghentian kasus itu sehubungan telah adanya itikad dari terduga pelaku yang mengarah kepada Direktur Bumnag berinisial K yang tak lain adalah adik kandung walinagari menyetorkan uang yang sebelumnya diduga diambil dari rekening kas nagari.

“Kasus yang kita tangani tidak dilanjutkan karena sudah adanya upaya dari terduga pelaku untuk mengembalikan dana yang diambil sebelumnya, ” katanya beberapa hari lalu.

Menurutnya, pengembalian uang kas nagari telah dilakukan terduga K pada awal Juli lalu yang pada saat itu masih dalam tahap penyelidik.

Kasat tidak menjabarkan kapan tanggal pengembalian, namun dalam perkara tersebut pihaknya telah menerima bukti transferan uang yang distor ke rekening kas nagari.

“Bukti pengembalian berupa transferan via bank sudah kita terima, namun kita akan cek juga ke inspektorat,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Inspektorat Kabupaten Solok melalui tim pemeriksa yang direkomendasikan pimpinan karena dalam cuti, terkait hal tersebut membenarkan telah adanya pengembalian dana kerekening kas nagari.

Tim pemeriksa yang minta dirahasiakan namanya mengatakan pengembalian dana kerekening kas nagari distor melalui tranfer bank.

Sebelumnya, Mei lalu nagari Aripan dihebohkan dengan kabar bobolnya rekening kas nagari. Kasus bobolnya kas nagari dengan nilai sekitar Rp240 juta itu ditangani Polsek Singkarak dan kemudian dilimpahkan ke Satuan Reskrim Polres Solok Kota.

Berdasarkan informasi yang dihimpun bobolnya rekening kas nagari pertama kali diketahui oleh bendahara nagari. Terduga pelaku mengambil uang dikas nagari mengunakan surat berharga berupa cek yang diambil dari laci bendahara.

Melalui cek itupulah terduga pelaku mencairkan uang di dua lokasi yang berbeda. Print out rekening koran menjadi petunjuk bagi bendahara adanya penarikan. Dalam kasus itu pulalah beredar notulen hasil rapat pada Mei lalu dimana K mengakui perbuatannya dan berjanji mengembalikannya.

Sejumlah warga Nagari Aripan baik yang di kampung maupun yang ikut memonitor kasus tersebut di peratauan kecewa, kasus dugaan bobolnya kas nagari tak berujung pada kepada proses hukum setelah terjadinya pengembalian uang.

“Tentunya kami kecewa, setelah terjadinya perbuatan melawan hukum dan membuat gaduh nagari dengan adanya pengembalian uang, terduga pelaku tidak diproses secara hukum bagi kami ini tidak memberi rasa keadilan, ” Imbuh Yunidra bersama rekannya Suhatman dan Syahwan Piliang. (524)