Tak Berkategori  

Polisi Minta Pelaku Pembacokan Tewaskan Pelajar Menyerahkan Diri

Rico Fernanda

 

PADANG – Identitas para pelaku tawuran yang menyebabkan satu korban meninggal dunia telah dikantongi pihak Kepolisian.

“Identitas pelaku tawuran sudah kami kantongi dan saat ini Tim Klewang memburu dan menyelidiki keberadaanya,” ujar Kasat Reskrim Polresta Padang Rico Fernanda,(Senin 10/1/2022).

Dikatakan Kasat meskipun saat ini pihaknya telah mengantongi nama-nama para pelaku yang terlibat pembacokan tersebut pihaknya meminta pelaku dapat menyerahkan diri ke pihak kepolisi.

Aksi tawuran antar remaja ini memang sering terjadi di Padang. Kadang kala juga menjadi trend tersendiri. Para remaja yang terlibat, mereka memiliki perkumpulan dan geng tersendiri.

“Mereka kerap tawuran remaja pada malam hari hingga subuh untuk membuktikan geng mana yang paling kuat. Serupa seperti ini, kerap ada korban dari aksi tersebut.Sesuai arahan Kapolresta Padang kasus tawuran yang menyebabkan adanya korban meninggal ini agar segera secepatnya dituntaskan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, aksi tawuran antar remaja di Kota Padang kembali memakan Korban, Minggu (9/1/2022). Korban merupakan seorang pelajar SMP.

Adu jotos hingga saling bacok itu terjadi di kawasan Jalan Juanda, Kelurahan Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat Minggu sekitar pukul 05.00 Dini hari.

Korban yang diketahui berinisial E (17), warga Purus, Kecamatan Padang Barat itu meninggal setelah mendapatkan sejumlah luka bacok dari lawannya.

Kakak korban, P, mengatakan, korban sempat dilarikan dan mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) M Djamil Padang. “Meninggalnya sekitar pukul 15.00 WIB,” ujar kakak korban kepada wartawan di RSUP M Djamil Padang, Minggu malam.

P menerangkan, dalam insiden itu adiknya mendapat luka bacok di bagian leher, pundak dan punggung. Terkait hal ini, ia bersama keluarga telah membuat laporan di Mapolresta Padang.

“Saya dan keluarga berharap polisi dapat menangkap para pelaku secepatnya. Saya berharap pelaku diberikan hukuman yang berat,” katanya.(arief)