Tak Berkategori  

Polisi Selidiki Kecelakaan Kerja di Tambang Batu

LIMAPULUH KOTA – Polisi tengah menyelidiki kecelakaan kerja di lokasi tambang batu milik PT Koto Alam Sepakat (KAS) di Nagari Kotoalam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota yang menewaskan seorang sopir tronton, Hendrigo (42) pada Rabu (12/2) lalu.

“Iya, kami sudah melakukan penyelidikan atas kecelakaan kerja yang terjadi di wilayah produksi stone crusher PT. KAS di Nagari Kotoalam. Bahkan, berkas penyelidikannya sudah kami limpahkan pula ke Polres Limapuluh Kota, untuk penangan lebih lanjut,” ujar Kapolsek Pangkalan Iptu Agustinus Pigay, kepada wartawan, Senin (24/2).

Saat kejadian katanya, Kanit Intelkam Polsek Pangkalan Bripka Andre Yulfi, bersama Kanit Reskrim Aipda Romi Afrizon, Brigadir Yudi Eka Putra dan piket penjagaan Aipda Hendra, langsung mendatangi TKP.

Dari hasil olah TKP diketahui, kecelakaan kerja ini bermula saat operator loader, Dani Indriawan (39) memuat barang dari lokasi tumpukan bahan baku ke dalam truk. “Saat Dani memuat barang tersebut, datanglah Hendrigo, melintas dengan menggunakan sepeda motor Revo warna Hitam BA 3010 PA. Hendrigo datang dari arah belakang. Sewaktu Dani memundurkan mesin loader, Dani diduga tidak melihat keberadaan Hendrigo, yang melintas dari arah belakang. Sehingga, terjadilah kecelakaan atau tabrakan yang menyebabkan kepala korban mengalami luka parah di kepala hingga meninggal dunia,” tambah Iptu Agustinus Pigay.

Polsek Pangkalan juga menemukan beberapa dugaan kejanggalan di lokasi peristiwa ini. “Sewaktu pendataan dan olah TKP, petugas kami menemukan kejanggalan. Diantaranya, operator alat berat tidak menggunakan helper, sehingga tidak ada yang memberikan arahan dan rambu-rambu kepada operator. Kemudian, korban masuk ke dalam areal produksi stone crusher tidak menggunakan safety atau alat pengaman,” katanya lagi.

Penyidik Polsek Pangkalan juga menduga ada kelemahan dalam pengawasan aktifitas tambang batu di areal milik PT KAS di Nagari Kotoalam. “Diduga, pengawasan dari Kepala Unit Produksi lemah dan KTT stone crusher membiarkan orang yang tidak berkepentingan, masuk ke dalam areal produksi. Kemudian, juga tidak adanya larangan dari security kepada korban yang masuk ke dalam lokasi produksi. Terakhir, saat pemeriksaan awal dilakukan di Polsek Pangkalan, alat beratnya juga tidak dilengkapi Surat Izin Operator atau SIO. Padahal ini penting,” bebernya.

Atas beberapa dugaan kejanggalan itu, Polsek Pangkalan kemudian memeriksa operator alat berat dan mengamankan sejumlah barang-bukti. “Diantara barang-bukti yang kami amankan itu adalah satu unit loader merk CAT dan satu unit sepeda motor Revo warna hitam. Selain itu, kami juga mengamankan hasil rekaman CCTV di lokasi kejadian. Sekarang, seluruh berkas kasus ini sudah kami limpahkan ke Polres Limapuluh Kota,” pungkas Iptu Agustinus Pigay. (bule)