Tak Berkategori  

Polresta Padang Kedepankan Persuasif Selama Operazi Zebra 2020

Kasat Lantas Polresta Padang AKP Sukur Hendri Saputra saat memeriksa kelengkapan surat-surat pengendara dalam pelaksanaan Operasi Zebra Singgalang 2020. (foto: antara)

PADANG – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang, Sumatera Barat lebih mengedepankan tindakan persuasif dengan mengeluarkan teguran selama pelaksanaan Operasi Singgalang 2020 yang berakhir pada Minggu (8/11).

“Selama operasi, kami lebih mendepankan tindakan persuasif berupa teguran kepada pengendara dibandingkan penindakan,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Padang, AKP Sukur Hendri Saputra, di Padang, Senin (9/11/2020), dikutip dari Antara.

Ia memaparkan, selama Operazi Zebra Singgalang 2020 berlangsung, setidaknya polisi mengeluarkan teguran sebanyak 518 berkas, sedangkan tilang 170 berkas.

“Tindakan persuasif berupa teguran tersebut kami lakukan mengingat kondisi di tengah pandemi, terutama bagi pengendara yang tidak memakai masker,” katanya.

Selain itu, polisi ketika di lapangan juga memberikan imbauan serta sosialisasi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Untuk tilang, menurutnya pelanggaran yang mendominasi adalah tidak mengenakan helm, melawan arus, serta memakai knalpot bolong. Rinciannya, tidak mengenakan helm sebanyak 61 pelanggaran, melawan arus sebanyak 33, dan knalpot racing sebanyak 22 pelanggaran. Sementara, bentuk pelanggaran lain yang ditemukan adalah pengendara di bawah umur, kelebihan muatan, over dimensi dan lainnya.

Selama operasi itu juga diketahui bahwa tingkat kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan serta ketentuan berlalu lintas masih perlu ditingkatkan. Terutama bagi pengendara roda dua yang kerap ditemui tidak mengenakkan helm dan melawan arus.

“Kami mengimbau agar masyarakat mematuhi aturan lalu lintas atas dasar kesadaran sendiri, karena gunanya untuk menjaga keamanan dan keselamatan masing-masing saat berkendara,” jelasnya.¬†(ant/mat)