Ponpes Nurul Yaqin Ambuang Kapua Terbakar, Santri Butuh Bantuan Makanan

Ponpes Nurul Yaqin Ambuang Kapuah, Kec.VIII Koto Sungai Sariak, Padang Pariaman, terbakar. (darmansyah)

Parikmalintang, Singgalang – Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ambuang Kapuah, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Padang Pariaman, terbakar.  Salah satu dari bangunannya dilaporkan ludes jadi abu. Tidak ada korban jiwa. Namun, sekitar 850 orang santrinya kini butuh makan. Sementara, dapur, warung dan gudang tempat penyimpanan berasnya juga ikut terbakar.

Tentang kejadian itu, dibenarkan oleh Ketua Yayasan Pondok Nurul Yaqin Ambuang Kapuah, Azrul Aswat. “Benar,
kebakaran terjadi sekitar pukul 15.30 Wib,” katanya.

Selain bangunan, api juga melalap habis dua unit sepeda motor, enam unit mesin jahit, mesin pompa air, pakaian sebagian santri dan alat-alat dapur.

“Tidak ada korban jiwa. Cuma ada tiga santri yang terluka akibat tertimpa material bangunan yang terbakar,” ujar Azrul.

Dikatakan, sejauh ini belum diketahui asalnya api. Api yang begitu cepat membesar berhasil dijinakan sekitar satu jam kemudian.

“Ada beberapa unit mobil pemadam kebakaran yang datang membantu menjinakan sigulamai itu. Antara lain, yaitu
dari unit Damkar Padang Pariaman dan Kota Pariaman,” jelasnya.

Sejauh ini belum bisa dihitung berapa kerugian akibat kebakaran tersebut. Namun, diperkirakan lebih dari Rp 2oo juta.

Terlepas dari besarnya kerugian, sekarang yang perlu dipikirkan adalah bagai mana 850 orang santri dan guru-guru yang ada di pondok itu bisa makan.

“Ya, para santri perlu makan. Sementara dapur dan gudang tempat penyimpanan beras kami juga habis terbakar.
Memang ada satu lagi dapur. Tapi peralatan masaknya minim. Tidak mungkin untuk menyiapkan makan 1000 santri,” ulas Azrul Aswat.

Terkait kondisi tersebut, Azrul Aswat berharap ada bantuan dari para pihak. Terutama untuk mengatasi kebutuhan
para santri. (213/502)