oleh

Populasi Anjing Liar di Tanah Datar Kian Mengkhawatirkan

BATUSANGKAR – Populasi anjing liar dan tidak terpelihara di Tanah Datar kian mengkhawatirkan, hal ini memicu penularan penyakit rabies yang terbilang tinggi.

Siklus penyebaran anjing liar di daerah ini terlihat tak terkendali lagi, dikabarkan ratusan ekor anjing migrasi jual-beli dari luar provinsi terutama di Jawa tiap pekan yang dipelihara untuk berburu. Diduga anjing yang tak lagi kuat dan diandalkan berburu dibiarkan lepas jadi hewan liar.

“Sementara, dalam memberantasnya Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian  Tanah Datar terbentur dengan  Perda Nomor 3 Tahun 2016 tentang pengendalian rabies yang membolehkan membunuh anjing liar dengan cara meracuni,” kata Kabidnya Varia Warvis pada pers di Pagaruyung.

Kalau tahun-tahun lalu, jelasnya, dilakukan penertiban anjing liar dengan cara meracuni anjing dengan memberikan makanan. Namun hal itu tidak dibolehkan lagi dengan alasan penganiayaan hewan, sebagaimana termaktub dalam Perda itu.

Diutarakan Kabid, kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di daerah ini tergolong tinggi mencapai 200 kasus gigitan tiap tahunnya ini telah berlangsung dari tiga tahun lalu.

Dimana pada 2017 kasus gigitan hewan penular rabies rata-rata mencapai 200 kasus, dan itu sebagian besar dari gigitan anjing. Memang memelihara anjing tidak dilarang, namun pemilik harus mengetahui cara mewaspadai virus disebar lewat air ludah anjing, caranya tentu dengan rutin memberikan vaksin.(yusnaldi)

Berita Terkait