Tak Berkategori  

Presiden: Tidak Apa Disanksi FIFA daripada Kalah Terus

Presiden menyalami penonton saat pembukaan Piala Presiden di Stadion Dipta, Gianyar, Minggu (30/8). (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Presiden menyalami penonton saat pembukaan Piala Presiden di Stadion Dipta, Gianyar, Minggu (30/8). (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

GIANYAR – Presiden Joko Widodo meminta Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi segera melakukan reformasi sepakbola nasional.

“Reformasi (sepakbola nasional) kalau bisa cepat ya lebih baik. Ya butuh waktu. Targetnya saya berikan nanti ke Menpora,” kata Presiden usai menyaksikan pertandingan perdana Piala Presiden di Gianyar, Bali, Minggu (30/8).

Dalam pidato pembukaan, Presiden menegaskan perlu reformasi sepakbola demi kebangkitan sepakbola nasional dan diperlukan langkah besar untuk pembenahan.

“Kita harus bersabar. Tidak apa kita diberi sanksi FIFA tidak bertanding, tidak apa-apa. Dari pada kita kalah terus,” katanya.

Presiden mengungkapkan keadaan ini juga dialami negara lain ketika melakukan pembenahan sepakbolanya.

“Kebangkitan sepakbola Indonesia harus. Reformasi adalah pilihan yang harus kita ambil untuk membangun prestasi sepak bola nasional di masa akan datang,” tegas Presiden.

Presiden meminta semua harus berkorban demi kebangkitan sepakbola nasional. “Ini pil pahit yang harus kita telan agar sepak bola kita berkembang. (*/aci)

sumber:antara