oleh

Prof Yuliandri: SPI Berperan Penting Wujudkan Kampus Bebas Korupsi

PADANG – Satuan Pengawas Internal (SPI), lembaga yang keberadaannya cukup penting dalam mengawal laporan keuangan, aset serta SDM (Sumber Daya Manusia) di universitas. Selain membuat sistem di kampus bersih dan terjamin, SPI bertanggung-jawab menjadikan kampus bebas korupsi.

Hal itu dikatakan Rektor Universitas Andalas (Unand), Prof. Yuliandri saat membuka Rapat Kerja SPI Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan LLDIKTI se-Indonesia, belum lama ini di Hotel Grand Inna Muara.

“Di semua PTN, peran SPI sangat penting. Pada sisi birokrasi, rentan terjadinya korupsi. Inilah peran SPI untuk menjadikannya bebas korupsi dan bermanfaat untuk semua,” kata rektor Unand yang baru dilantik ini.

Ia juga menilai, SPI menjadi perpanjangan tangan pihak pusat, terutama di bagian kementerian dalam memantau, mengawal dan mencatat laporan keuangan, aset, SDM hingga dokumen penting universitas.

Sementara itu, Plt. Dirjen Dikti, Yusril Bakhtiar yang hadir pada kesempatan itu mengatakan, saat ini keberadaan SPI berada dalam masa perubahan. Lembaga yang biasanya berada di wilayah Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemenristek RI) kini pindah ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, harus berubah,” kata Yusril.

Dia menganalogikan, perpindahan ini sama halnya melompati tempat baru. Dengan perubahan ini berarti adalah langkah untuk mencapai tujuan berikutnya.

Dulu, pada 2014 juga terjadi perubahan kebijakan pada lembaga-lembaga di Kemenristekdikti. Dampak nyatanya, ada hal-hal yang perlu ditata kembali dalam pengelolaan keuangan. Perpindahan SPI juga menyebabkan hal itu, yang harus dikerjakan lagi oleh SPI.

“Kita harap perubahan SPI ini bisa berjalan dengan semestinya pada Januari mendatang,” katanya.

Ia juga mengatakan, dengan keberadaan SPI saat ini diharapkan bisa bekerja optimal, terutama mengawal pegawai baru.

Sementara itu, pada Senin (9/12) pagi, di sela acara rapat kerja berjudul “Peran SPI dalam Mengawal Perubahan Organisasi Kementerian” itu, ketua pelaksana kegiatan, yang juga Ketua SPI Unand, Yurniwati mengaku peserta acara kali ini membludak, dari 136 universitas yang masuk ke dalam SPI, ternyata yang hadir lebih dari 600 orang.

“Peran SPI sebagai early warning system dalam organisasi. Dengan perubahan yang terjadi, ini menjadi tantangan SPI dalam mengawal, utamanya dalam hal non akademik, yang termasuk SDM, keuangan dan aset,” katanya.

Seperti diketahui juga, acara berlangsung dari tanggal 8 sampai 11 Desember 2019. Pada kesempatan itu rencananya juga akan hadir Bambang Brodjonegoro, Menteri Ristek dan Teknologi RI pada Senin malamnya. Sementara, pada rapat kerja SPI tahun ini, Mendikbud Nadiem Makarim pun juga direncanakan dapat hadir pada Senin pagi, namun batal. (wahyu)

Loading...

Berita Terkait