Tak Berkategori  

Prokes di Masjid Plasa Andalas, Bikin Jemaah Aman

Oleh Yunisma

PADANG – Lama tak mampir ke masjid di pelataran parkir Plasa Andalas Padang. Akhir pekan lalu saya singgah ke sana. Dari jauh masjid yang terletak di pojok kiri pintu masuk, seakan menyihir saya untuk masuk ke rumah Allah tersebut. Kondisinya jauh berbeda dibanding beberapa tahun belakang.

Masjid yang diberi nama Al-Hidayah terlihat bersih, nyaman dan tenang batin melihatnya. Di luar masjid terdapat beberapa pengumuman. Mulai dari imbauan protokol kesehatan, larangan jangan mencuri karena areal masjid dilengkapi CCTV hingga tulisan tempat penyediaan gelas kotor.

Teras masjid juga dijadikan tempat santai hingga jemaah bisa beristirahat di sana. Sepatu juga disusun rapi di rak yang tersedia.

Dari sekian banyak tulisan yang terpajang, tulisan tempat gelas kotor menjadi perhatian saya. Ternyata pengurus menyediakan kopi, teh dan gula di depan pintu menuju toilet masjid. Di sana orang yang hendak minum bisa membuat dan mengambil sendiri. Tak hanya itu di sana juga disediakan buah-buahan yang siap makan untuk jemaah.

Menurut Anto, bendahara masjid, kawasan masjid Plaza Andalas yang rapi dan bersih sudah ditata dan dikelola secara maksimal sejak tiga tahun terakhir. Apa yang diterapkan di masjid tersebut meniru konsep sebuah masjid di Yogyakarta. Ketika itu pengurus studi banding ke sana.

“Sekembali dari Yogyakarta kami terapkan konsep ini hingga sekarang. Alhamdulillah responnya makin baik dari pengunjung dan masyarakat sekitar PA. Masjid selalu kami jaga bersih dan menerapkan protokol kesehatan. Jadi masyarakat tidak ragu untuk menunaikan shalat di masjid kami saat pandemi,” kata Anto, pada Singgalang belum lama ini.

Untuk menjaga masjid tetap bersih, rapi, dan tidak bau ada empat petugas yang diberdayakan. Mereka yang silih berganti membersihkan sehingga masjid nyaman untuk beribadah, tiga kali sehari. Baik luar dan dalam masjid. Mukena juga dijaga tetap bersih, sebab selalu dicuci berkala oleh donatur. Kondisi ini yang membuat jemaah terus meningkat setiap waktu.

Dalam mengelola masjid pengelola menerapkan motto “Dari jemaah untuk jemaah”. Artinya biaya mengelola masjid berasal dari infak, donatur yang dikelola pengurus masjid. Kemudian uang dipergunakan untuk berbagai keperluan masjid. Seperti pembayaran listrik, penyediaan makanan dan minuman, gaji garin dan petugas kebersihan serta lainnya.

“Untuk makanan kami juga menyediakannya tiap Jumat. Jadi setelah shalat Jumat, jemaah bisa makan siang. Porsinya sekitar 125 hingga 150 porsi setiap minggu. Makanan itu dari donatur tetap di masjid ini,” sebut Anto, didampingi Zulfi Hazami, GM Gedung Plasa Andalas.

Selain itu, pengurus masjid juga menyediakan menu berbuka untuk mereka yang puasa Senin dan Kamis. Porsinya 50 kotak.

“Kami dari pengurus akan terus menjaga masjid ini bersih dan rapi agar jemaah nyaman dan aman dalam beribadah. Harapannya ke depan kawasan ini bisa menjadi wisatawan religi untuk masyarakat luas,” sebutnya.

“Sebelum dan sesudah berbelanja di PA, pengunjung bisa beribadah di masjid ini,” sambung Anto.

Sementara, untuk masyarakat yang ingin berdonasi bisa menghubungi pengurus secara langsung ke sisi kanan pintu masuk masjid. (*)