Tak Berkategori  

PSBB Berlaku 22 April, Gubernur Terbitkan 25 Instruksi dan Edaran

Jasman Rizal (ist)

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mematangkan persiapan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Rencana pemberlakukan status tersebut dilakukan pada Rabu 22 April 2020, selama 14 hari selanjutnya.

“Rencananya penetapan peberlakuannya pada Rabu 22 April mendatang. Kita sedang mematangkan semua teknis pemberlakuan. Karena harus mempertimbangkan banyak hal demi keselamatan masyarakat,”sebut Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Wabah Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal Minggu, (19/4).

Dikatakannya, untuk mendukung status tersebut, Gubernur Irwan Prayitno telah mengeluarkan sejumlah instruksi dan edaran. Semuanya terkait regulasi tata laksana dalam menunjang pemberlakukan PSBB.

Setidaknya ada 25 instruksi dan edaran terkait PSBB yang dikeluarkan Gubernur Irwan Prayitno untuk melaksanakan PSBB. Petunjuk teknis itu, yakni, pertama, pembatasan sekolah di ruang belajar dan institusi pendidikan, kedua, pembatasan aktivitas di tempat kerja. Ketiga, pasar dan tempat umum, keempat, pembatasan aktivitas di tempat ibadah. Kelima, pembatasan aktivitas sosial dan budaya, seperti nikah dan lainnya, keenam pembatasan orang dan barang di bidang transportasi.

Pelaksanaan PSBB dibidang keagamaan, bidang pariwisata, bidang transportasi, perindustrian dan sosial budaya.

Pembatasan itu contohnya pada pelaksanaan aktivitas kerja/kantor. Selama pemberlakuan PSBB, dilakukan penghentian sementara aktivitas bekerja di tempat kerja/kantor. Selama penghentian sementara aktivitas bekerja di tempat kerja/kantor, wajib mengganti aktivitas bekerja di tempat kerja dengan aktivitas bekerja di rumah/tempat tinggal. Pimpinan tempat kerja yang melakukan penghentian sementara aktivitas bekerja di tempat kerja wajib.

Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lokasi dan lingkungan tempat kerja dilakukan secara berkala dengan cara membersihkan lingkungan tempat kerja, melakukan disinfeksi pada lantai, dinding dan perangkat kerja dan menutup akses masuk bagi pihak-pihak yang tidak berkepentingan.

“Semua petunjuk teknis sudah dikeluarkan, nanti akan kita sosialisasikan secara keseluruhan,” sebutnya.

Bertambah
Hingga Minggu (19/4) jumlah kasus positif covid-19 di Sumbar naik menjadi 74 orang. Bertambah tiga orang, satu dari Dharmasraya 2 dari Pesisir Selatan.

Tambahan satu orang dari Kabupaten Dharmasraya. Yang bersangkutan laki-laki umur 64 tahun, sekarang isolasi mandiri di rumahnya. Terpapar karena kontak dengan pasien positif sebelumnya yang juga berasal dari Kabupaten Dharmasraya.

Sedangkan dua orang dari Pesisir Selatan tersebut merupakan ASN yang sebelumnya bertugas di Puskesmas Tarusan. Hasil pemeriksaan swab, hasilnya dua orang dinyatakan positif.

Dari 74 orang tersebut, 13 orang sembuh, 7 orang meninggal dunia, 20 orang dirawat di berbagai rumah sakit dan 30 orang isolasi di rumah, dan 4 orang diisolasi di Bapelkes Provinsi Sumbar di Padang.

Sementara total Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 6.518 orang. Proses pemantauan 611 orang. Selesai Pemantauan 5.907 orang.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 235 orang. Dari 235 PDP tersebut, 52 orang masih dirawat diberbagai rumah sakit rujukan sambil menunggu hasil lab. Negatif terinfeksi covid-19 sebanyak 162 orang dan isolasi diri di rumah 21 orang. (yuke/yose)