Pupuk Bersubsidi Langka di Pasaman

LUBUK SIKAPING – Pupuk bersubsidi langka di Pasaman. Sudah hampir tiga bulan pupuk subsidi jenis urea dan phonska ini langka.

“Saya sudah tiga bulan mencari pupuk bersubsidi ini. Mulai dari kios-kios resmi di Kecamatan Rao, Rao Selatan, Padang Gelugur hingga Kecamatan Panti, namun hingga saat ini juga belum bisa didapatkan. Semua kios di Pasaman kosong sama sekali kecuali pupuk non subsidi,” kata Usman, salah satu petani di Rao Selatan, Kamis (23/1).

Usman mengatakan, karena sulitnya mendapatkan pupuk subsidi terpaksa para petani membeli pupuk non subsidi jenis urea dan phonska. Akibatnya, modal yang dileluarkan petani cukup tinggi. Tidak berbanding dengan pendapatan.

“Pupuk urea non subsidi Rp260 ribu per karung, sedangkan pupuk urea subsidi Rp 115 ribu perkarung. Harga phonska non subsidi sekitar Rp320 ribu per karung, sedangkan phonska subsidi Rp135 ribu per karung. Merasai kami,” kata Usman.

Terpisah, salah satu petani di daerah Padang Gelugur, Harun (48) menyebutkan, di daerah Kecamatan Padang Gelugur, pupuk subsidi juga sulit didapatkan di setiap kios.

“Pada umumnya pupuk bersubsidi jenis urea dan phonska kosong di kios resmi, yang ada cuma  pupuk non subsidi tapi harganya terlalu mahal.  Akibatnya saya tidak jadi membeli pupuk non subsidi dan menunda masa pemupukan. Saya tetap menunggu pupuk. Mau bagaimana lagi, bisa dipastikan, hasil tani saya pasti menurun,” kata Harun.

Menurutnya, kelangkaan pupuk di Pasaman disebabkan karena petugas penyuluh pertanian dan Dinas Pertanian terlambat mendata kebutuhan Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).  (chan)