Tak Berkategori  

Pupuk Langka di Pasaman, Petani Resah

Ilustrasi (antara foto)
Ilustrasi (antara foto)

LUBUK SIKAPING – Terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi kembali dialami petani di Kabupaten Pasaman. Akibatnya, sejumlah petani di daerah itu resah. Ironisnya, penderitaan para petani ini semakin lengkap ketika pupuk non subsidi yang dijual bebas di pasaran juga sulit didapat.

Joni (42), salah seorang petani asal Ampang Gadang, Kecamatan Panti menyebutkan, sudah dua bulan terakhir pupuk subsidi jenis urea sulit didapat di pasaran.

“Jangankan pupuk bersubsidi, pupuk non subsidi pun juga sulit didapatkan pada saat ini,” katanya, Jumat (31/3).

Sementara itu, Amran (45), salah seorang warga Lubuk Sikaping mengungkapkan, saat ini ketersedian pupuk subsidi jenis phoska, NPK dan urea memang sulit didapati di kios-kios. Belum tahu pasti apa penyebab terjadinya hal yang ditakuti para petani ini.

Dinilai Amran, terjadinya kelangkaan pupuk urea bersubsidi ini disebabkan tidak sesuainya jadwal atau waktu pasokan pupuk di kios-kios yang telah ditentukan. Hal ini sering terjadi.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Bidang Pertanian dan Tanaman Holtikultura, Syafrianto mengatakan, kelangkaan pupuk subsidi itu tidak ada, sebab setiap tahunnya bantuan pupuk subsidi ini selalu diberikan untuk petani.

“Syarat mendapatkan pupuk subsidi ini adalah petani yang tergabung dalam kelompok tani. Kemungkinan masyarakat sulit mendapatkan pupuk subsidi itu adalah petani yang tidak tergabung dalam kelompok tani yang ada,” katanya. (can)