oleh

Rakernas IAI Bakal jadi Pertemuan Luar Biasa

BUKITTINGGI – Rakernas Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) di Bukittinggi pada 7 hingga 10 Mei ini, agaknya akan tercatat sebagai pertemuan yang luar biasa. Selain berhasil mendatangkan banyak narasumber dalam dan luar negeri seperti dari Amerika dan Kroasia, juga berhasil menghimpun peserta hingga 1.500 orang.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, Drs. Nurul Falah Eddy Pariang kepada Singgalang, Rabu (6/5). Dia memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan acara ini, persiapan hampir rampung, begitu juga persiapan lainnya. Bahkan Pengurus Daerah IAI Sumbar yang diketuai oleh Zulkarni bekerja keras demi suksesnya acara ini dan sebelumnya sempat juga road show ke beberapa pengurus daerah lainnya.

Dikatakan, acara ini juga rekor paling cepat menutup pendaftaran lantaran membludaknya peserta yang mendaftar. Acaranya yang tidak semata mata untuk pertemuan ilmiah atau organisasi saja, tapi juga membumi.

“Saya berharap dengan adanya acara ini bisa menjadi ajang silaturahmi, tentu saja peserta juga bisa menikmati alam Ranah Minangkabau dengan segala ke elokannya, kuliner yang lezat serta batu akiknya yang terkenal,” terang Nurul Falah Edi Pariang.

Ketua Dewan Pengawas PP IAI, Prof. Dr. Elfi Sahlan Ben, Apt juga berharap dengan adanya “alek gadang” ini sejawat apoteker akan terus berusaha dan menegakkan kefarmasian sesuai dengan undang undang.

“Sebagai penanti tamu kami bangga dan bahagia, peserta akan kami sambut dengan cara Minang, sesuai daerah tempat diselenggarakan yakni di Ranah Minang, dibantu juga oleh mahasiswa seperti dari fakultas Farmasi Unand, STIFI Perintis Padang dan lainnya,” sebut Elfi Sahlan Ben.

Prof. Syahrial Harun, Apt. Sebagai tetua apoteker di Sumbar sekaligus sebagai Ketua STIFI Perintis Padang menyebutkan Sumatera Barat juga merupakan sejarah dalam dunia kefarmasian. Selain menjadi ajang silaturahmi, juga sebagai ajang penyelesaian terhadap masalah masalah yang dihadapi oleh apoteker sekarang.

“Dunia kefarmasian sekarang sudah berkembang pesat, bahkan sudag banyak yang bergelar DR serta apoteker tercatat sekitar 5.000 hingga 6.000 se-Indonesia, tentu saja mereka tidak mungkin hadir semuanya,” sebutnya.

Harun juga tercatat sebagai Dekan Fakultas MIPA Unand 1963 dan pendiri jurusan Farmasi di FMIPA Unand pada 1964.

Ditambahkan juga oleh Yusri Umar sebagai pemilik Industri Farmasi dan Kosmetik PT Nusantara Beta Farma Padang, dengan digelar “baralek gadang” ini, kedepan dapat menghadirkan apoteker di tengah masyarakat sebagai pelayanan kefarmasian yang mengayomi serta memberikan ilmu. Sebab, menurutnya tidak banyak yang mengerti dan paham pelayanan apoteker tersebut penting di dunia kesehatan terhadap masyarakat.

Pantauan Singgalang, di Bukittinggi hotel sudah mulai dipenuhi dengan peserta dari seluruh nusantara. Satu persatu sudah datang di Ranah Minang. Dewan Panitia menyambut kedatangan peserta di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan di Bukittinggi. Mereka dijemput mulai dari kedatangan pesawat pertama hingga malam, bekerjasama dengan Tigo Balai Tour and Travel.(yanti)

Loading...

Berita Terkait