oleh

Rakernas IAI Dibuka, Gubernur dan Peserta Minum Jamu

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno usai membuka Rakernas dan Pertemuan Ilmiah Tahunna (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) di Balai Sidang Hatta Bukittinggi minum jamu bersama sebagai tanda Indonesia juga memiliki obat tradisional yang bisa dibanggakan.(martiapri yanti)
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno usai membuka Rakernas dan Pertemuan Ilmiah Tahunna (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) di Balai Sidang Hatta Bukittinggi minum jamu bersama sebagai tanda Indonesia juga memiliki obat tradisional yang bisa dibanggakan.(martiapri yanti)

BUKITTINGGI – Rakernas dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dibuka Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, Kamis (7/5) Ditandai dengan pemukulan gong disusul dengan minum jamu bersama sebagai bukti kalau Indonesia juga memiliki obat tradisional yang bisa membumi di negeri sendiri.

Dalam sambutannya, gubernur menyambut gembira dengan adanya acara ini. Pariwisata Sumbar semakin bergairah yang akan berpengaruh terhadap ekonomi di Sumbar dan Bukittinggi khususnya. Bagaimana tidak, 1.500 peserta akan mengunjungi tempat tempat wisata di Bukittinggi. Beraneka ragam cendera mata juga akan dibawa pulang ke kampungnya masing masing.

“Saya malah berharap Bukittinggi bisa terpilih kembali menjadi tempat Rakernas dan PIT mendatang, kalau bisa malah lebih banyak dari sekarang pesertanya,” ujar Gunernur di hadapan ribuan peserta.

Selain itu pariwisata di Bukittinggi sudah terbilang lengkap, selain memiliki Jam Gadang yang kadangkala disebut dengan “Big Ben Londonnya” Bukittinggi, juga ada “Grand Canyon of Indonesia” atau Ngarai Sianok serta Great Wall yang merupakan kembarannya tembok China.

“Jika berwisata ke Bukittinggi, sudah bisa dibilang lengkap mendatangi tiga negara yang memiliki ciri khas utama negara lain, yakni London, Inggris dan China,”pungkas gubernur disambut dengan tepuk tangan peserta.

Dikatakan gubernur apoteker juga telah memberilan kontribusi trrhadap masyarakat, terutama dibidang kefarmasian. Ini merupakan bukti apoteker juga menjadi bagian dari pembangunan di bidang kesehatan.

Ketua Umum Pengurus Pusat IAI Nurul Falah Eddy Pariang mengatakan, pertemuan kali ini memang luar biasa, bahkan berhasil mendatangkan 80 narasumber dalam dan luar negeri. Hendaknya peserta bisa mengambil ilmu selain ajang silaturahmi atau keinginan untuk mendapatkan sertifikat dengan kredit poinnya.

“Rakernas ini kita akan mencari program kerja yang strategis, back to basic, berdasarkan aturan yang ada, apotek jadi tempat bekerjanya apoteker, jangan hanya sekadar papanisasi. Papan nama ada apotekernya tidak ada,” ujarnya.

Selain itu, ditegaskan Nurul Falah Eddy Pariang, dia akan memperkenalkan program “Rutop” nya, yakni mengubah total kepengurusan IAI dari tingkat pusat, cabang dan daerah yang sering mempersulit anggotanya dalam kepengurusan rekomendasi.

“Jangan sampai gatot alias gagal total, sebab apoteker juga memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang diatur oleh undang undang,” sebutnya. (yanti)

Loading...

Berita Terkait