oleh

Randy Satria Rebut Capocanonieri

JAKARTA – Sumbar patut berbangga memiliki pemain futsal seperti “King” Randy Satria Mushar. Berkat gol-gol yang dia ciptakan mengantarkan timnya IPC Pelindo II menjadi juara Futsal Super League (FSL) 2015.
Randy menunjukkan kelasnya sebagai raja gol Indonesia, dengan mencetak 28 gol dan meraih gelar topskor FSL. Jumlah gol tersebut tidak mampu dikejar pemain lainnya, meski pada putaran kedua Randy tidak maksimal karena mengalami cidera.

IPC Pelindo juara setelah menang atas Pinky Boy dengan skor 7-0 di partai final FSL, Minggu (14/6) di Bekasi. Dalam partai final tersebut, Randy mencetak satu gol dan satu assist.

Gol-gol yang dicetak Randy banyak termasuk gol indah dan membutuhkan skill mumpuni. Bahkan beberapa gol yang diciptakan merupakan gol penentu untuk kemenangan Pelindo.

“Alhamdulillah, gelar ini berkat doa orangtua dan masyarakat Sumbar” kata Randy kepada Singgalang, Senin (15/6).

Saat ditanyakan kunci suksesnya, Randy mengatakan kalau dirinya selalu berlatih keras dan menjadikan setiap pertandingan adalah pertandingan final.
“Satu hal lagi, setiap mau bertanding selalu minta doa dari ibu, karena doa ibu tak ada lawannya” kata Randy.

Target yang ingin dicapai Randy kedepannya adalah mengharum nama Indonesia dikancah Internasional. Bagi Randy, dengan menggunakan seragam Garuda didada itu sama artinya perang telah dimulai.

Menurut pengamat Futsal Indonesia, Roby Saputra, dari sekian banyak pemain Futsal Indonesia, hanya sedikit pemain yang punya totalitas di lapangan salah satunya Randy Satria. “Makin hari kualitas permainan Randy makin bertambah. Jika dulu hanya mengandalkan tendangan kaki kanan, sekarang kaki kiri juga memiliki tendangan tidak kalah keras dan akurat” kata Roby.

Dalam tim Pelindo tidak hanya Randy yang berasal dari Sumbar, ada Rahmad “Pencet” Budiman dan Syarif. Namun hanya Randy dan Rahmat yang merupakan pahlawan Sumbar saat Futsal meraih medali emas PON Riau 2012 yang lalu.

Sebelum mencapai partai final, Pelindo baku hantam dengan Electric PLN di semifinal. Pertemuan kedua tim disebut-sebut merupakan final dini, karena kedua tim diperkuat beberapa pemain Timnas Indonesia, termasuk Ade Andyka yang memperkuat PLN. Ade juga pahlawan Sumbar saat PON Riau, Ade terkenal sebagai salah satu pemain bertahan terbaik Indonesia. (agus)

Loading...

Berita Terkait