oleh

Razia Kos-kosan di Pagi Hari, Satpol PP Padang Giring 12 Wanita dan 7 Pria

PADANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Padang mengamankan 12 wanita dan tujuh pria di sejumlah kos-kosan dan penginapan di beberapa titik di Padang, Kamis (28/11) pagi. Tak seperti biasanya, penertiban pada sejumlah penginapan dan kos kosan yang dianggap meresahkan warga dilakukan pada pagi hari.

“Kita sengaja melakukan razia atau pengawasan pagi hari di sejumlah penginapan dan kos-kosan ilegal. Mereka seenaknya saja menerima tamu pasangan ilegal dan pemilik kos terkesan cuek dengan penghuni kos,” kata Kasat Pol PP Padang, Al Amin.

Al Amin mengatakan, pada razia ataupun pengawasan kali ini, pihaknya menemukan di sejumlah penginapan dan kos-kosan melanggar Perda nomor 11 tahun 2005 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.

“Berdasarkan perda ini kita melakukan razia. Saat petugas merazia kamar penginapan dan kos-kosan, ditemukan pasangan ilegal lagi asyik berdua-duaan di dalam kamar,” ujar Al Amin.

Selain menemukan pasangan ilegal, petugas juga tidak menemukan kartu identitas para penghuni kamar kos dan penginapan. Pengawasan dilakukan empat lokasi di Kecamatan Padang Barat dan Padang Selatan.

Penghuni kos dan tamunya yang kena razia tersebut dibawa ke Mako Pol PP Padang. Petugas meminta menghadirkan keluarga mereka sebagai penjamin.‎ Sebelum diperbolehkan pulang, mereka akan diperiksa oleh petugas penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) untuk dilakukan pendataan dan penyelidikan.

“Jika ada diantara mereka terbukti sebagai PSK, maka akan kita kirim ke Andam Dewi untuk dibina. Jika tidak, cukup dihadiri oleh pihak keluarga sebagai penjamin,” katanya.

Al Amin berharap kepada pemilik penginapan dan rumah kos yang ada di Padang agar bisa mematuhi aturan yang ada di Padang. Sementara bagi masyarakat yang ingin menginap di penginapan atau kos-kosan, agar memilih tempat yang sudah memiliki izin dan selalu membawa identitas diri. Apalagi untuk yang berpasangan, harus membawa surat nikah, jika tidak dibawa, makan akan berurusan dengan penegak perda Kota Padang. (deri)

Loading...

Berita Terkait