oleh

Rindu, Penderita Tumor Pembuluh Darah Butuh Bantuan

TANAH DATAR – Seorang anak di Malalo, Kecamatan Batipuah Selatan didiagnosa menderita tumor pembuluh darah. Kondisi ekonomi orangtuanya tidak memungkinkan untuk membiayai pengobatannya.

Mendapat informasi itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanah Datar Emi Irdinansyah pun berkunjung ke kediaman orangtua penderita di Jorong Baiang, Nagari Guguak Malalo. Ikut bersama Emi, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Tanah Datar Retri Zuldafri Darma, pengusaha Hj. Merrywati, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Keterangan pers Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tanah Datar yang disampaikan kepada Singgalang, Rabu (14/8), kunjungan yang dilakukan pada Selasa (13/8) itu sebagai bagian dari momentum peringatan HUT RI ke-74.

“Kita masih mengalami masalah keterbatasan dana, kami mengajak kepada donatur dan para perantau untuk turut mengulurkan tangan membantu biaya pengobatannya. Dengan bantuan itu, kita berharap Rindu bisa diusahakan untuk segera mendapatan penanganan medis,” kata Emi.

Merrywati pada kesempatan itu langsung memberi bantuan, serta menghubungi kerabatnya di RSPAD Gatot Subroto Jakarta untuk mendapat penanganan medis secepatnya. Ketua IKTD Lampung itu pun membantu penyediaan tiket untuk penderita beserta dua anggora keluarga yang akan mendampingi berangkat ke Jakarta.

Selain menerima bantuan dari pengusaha perhotelan itu, keluarga penderita juga diberi sumbangan dalam bentuk beras, telur, dan bingkisan dari Baznas Tanah Datar, Tim Penggerak PKK, dan organisasi wanita lainnya.

Rindu yang saat ini berusia 14 tahun, adalah putri pasangan Alexsis (40) dan Rita Persia (34). Menurut pengakuan kedua orangtuanya, Rindu sudah memiliki gejala awal sejak masih balita, tetapi pihak keluarga tidak menyangka kalau itu adalah penyakit kanker pembuluh darah.

“Dari kecil Rindu sering mimisan atau keluar darah dari hidung, kami kira karena demam atau makan es, ternyata ketika diperiksa intensif setahun lalu, anak kami dinyarakan mengidap tumor. Berbagai upaya pengobatan sudah dilakukan seperti ke rumah sakit di Padang, namun nampaknya harus ditangani di Jakarta,” ujar Rita, seraya menekankan, untuk penanganannya memerlukan dukungan dan bantuan keuangan dari para donatur. (musriadi)

Berita Terkait