Tak Berkategori  

Rio Haryanto Merasa Hukumannya Terlalu Berat

Rio Haryanto (net)
Rio Haryanto. (*)
Rio Haryanto. (*)

MELBOURNE – Pembalap Indonesia, Rio Haryanto memulai kualifikasi pertamanya di ajang Formula One (F1) dengan tidak mulus. Hal itu terjadi karena pada kualifikasi pertama dirinya harus berada di posisi 21.

Tak berhenti di situ, pembalap kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, juga harus memulai balapan esok hari dari posisi paling buncit.

Rio terpaksa memulai balapan dari posisi paling buncit setelah terlibat insiden dengan pembalap Haas, Romain Grosjean di sesi latihan. Saat itu Rio yang hendak keluar garasi tidak sengaja bersenggolan dengan mobil Grosjean.

Akibatnya Rio Haryanto harus mendapatkan hukuman. Hukuman pertama berupa pengurangan posisi sebanyak tiga tempat. Itu sudah dialami Rio Haryanto yang awalnya berada di posisi 21 tetapi harus memulai balapan dari posisi 22.

Selain dipaksa mundur ke posisi paling buncit, dirinya juga mendapat sanksi dua poin yang terus diakumulasi pada menjelang akhir musim. Jurnalis Sky Sports, Ted Kravitz, yang memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Rio Haryanto menanyakan pendapatnya mengenai hukuman tersebut.

Rio Haryanto pada kesempatan tersebut mengaku bahwa keputusan sudah terjadi dan semuanya adalah hak dari FIA. Namun, ia setuju dengan Ted yang menilai hukumannya terlalu berat karena harus mendapat dua hukuman.

“Ya itu keputusan FIA yang berhak menentukan. Tapi ya saya merasa itu sedikit berat,” ujar Rio Haryanto seperti diberitakan Sky Sports, Sabtu (19/3). (aci)

okezone1