Tak Berkategori  

RS Polri Beri Pendampingan Psikologi kepada 126 Keluarga

Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 memberikan pertanyaan saat berlangsungnya sesi konferensi pers di Jakarta, Senin (5/11). (antara foto)
Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 memberikan pertanyaan saat berlangsungnya sesi konferensi pers di Jakarta, Senin (5/11). (antara foto)

JAKARTA – Rumah Sakit Polri, Raden Said Sukanto Kramat Jati, Jakarta Timur telah memberikan pendampingan dan konsultasi psikologi kepada 126 anggota keluarga korban hingga Senin (5/11) di hari ke-8 pencarian dan evakuasi pesawat Lion Air PK-LQP JT 610 di Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.

Informasi tersebut disampaikan dalam jumpa pers oleh Kepala Instalasi Kedokteran
Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Pol Edi Purnomo bersama Kepala Bagian
Penerangan Satuan Biro Penerangan Divisi Humas Kepolisian Indonesia Kombes Polisi
Yusri Yunus di gedung Sentra Visum dan Medikolegal RS Polri.

Layanan psikologi diberikan ke keluarga korban pesawat Lion Air PK-LQP sepanjang
proses pencarian, evakuasi, dan identifikasi terhadap korban berlangsung. Fasilitas
pendampingan psikologi itu tersedia di Lantai 1 Gedung Promoter, RS Polri Kramat Jati,
Jakarta Timur.

Untuk di RS Polri sendiri, ada sekitar 20-30 personel per hari yang disiagakan untuk
mendampingi dan membantu pemulihan trauma bagi keluarga korban. Puluhan personel
tersebut berasal dari unsur Polri, TNI, dan perhimpunan psikolog.

Proses pendampingan umumnya dilakukan dengan mendengarkan curahan hati dari
keluarga korban, sementara untuk anggota keluarga yang masih anak-anak,
pendampingan dari tim psikolog diisi dengan sejumlah kegiatan seperti menggambar,
menyanyi, dan bermain.

Sementara itu, pendampingan psikologi juga diberikan pihak maskapai Lion Air ke
keluarga yang sedang menginap di Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur.
Menurut perwakilan komunikasi perusahaan Lion Air, Ramaditya Handoko, ada sekitar
12 psikolog yang siaga mendampingi keluarga korban per harinya.

Meski demikian, proses pendampingan psikologi untuk keluarga korban, baik di RS Polri
Kramat Jati dan di Hotel Ibis Cawang dilakukan secara tertutup dan hanya pihak yang
berkepentingan yang diizinkan untuk memasuki ruangan pemulihan trauma. (aci)