Tak Berkategori  

Saat Wagub Paksa Bus ALS Putar Balik di Perbatasan Sumbar-Jambi

PADANG – Emosi Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit tidak tertahan, saat meninjau Posko Penjagaan Perbatasan Sungai Rumbai, di Kabupaten Dharmasraya, Rabu (29/4). Saat berada di perbatasan Sumbar-Jambi itu, ia melihat Bus ALS tujuan Jakarta-Medan memasuki perbatasan Provinsi Sumbar.

Langsung saja Nasrul Abit berjalan ke tengah jalan menyetop bus pelat kuning dengan nomor BK 7693 DJ tersebut. Reaksi Nasrul Abit tersebut langsung dikawal oleh aparat polisi dan TNI.

Kepada sopir Bus ALS, Nasrul Abit langsung menegaskan tidak boleh masuk Provinsi Sumbar. “Tidak boleh masuk sini. Ya, silahkan balik kanan. Tidak akan lewat, percuma. Silahkan balik kanan. Putar saja balik. Kita tegas saja, tidak usah masuk, balik saja sana. Putar-putar, kasih lewat bus ini balik kanan,” tegas Nasrul Abit.

Reaksi Nasrul Abit itu membuat sopir bus kuncun, dan langsung memutar balik Bus ALS yang dikemudikannya. Bus ALS akhirnya kembali balik kanan.

Kepada awak media yang hadir, Nasrul Abit menegaskan, bahwa Pemprov Sumbar tidak main-main dalam pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). “Ada beberapa bus lintas Sumatera yang tetap berhasil lolos melintasi Sumbar. Lihat semua. Untuk pelaksanaan PSBB ini, kita tidak main-main. Harus tegas,” tegas Nasrul Abit.

Nasrul Abit menegaskan, dirinya harus menghentikan Bus ALS, karena bus tersebut ingin masuk perbatasan Sumbar. Selain Bus ALS juga ada Bus Medan Jaya yang ingin melewati perbatasan Sumbar. Padahal, dengan pemberlakukan PSBB Provinsi Sumbar, seluruh bus dari daerah lain tidak boleh masuk Sumbar lagi.

“Saya minta kontak segera Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, agar segera surati ALS dan Medan Jaya, agar tidak boleh lagi masuk Sumbar. Apalagi trayeknya Bus ALS ini lewat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), seharusnya memang tidak boleh masuk ke Sumbar. Saya minta Bus ALS ini harus kembali. Saya suruh pulang balik,” tegas Nasrul Abit.

Diakui Nasrul Abit, dirinya sebenanrnya kasihan dengan penumpang bus tersebut. Bahkan Nasrul Abit menilai tindakannya tersebut bisa dibilang tidak manusiawi. “Tapi demi untuk penertiban, kita harus konsisten dengan keputusan yang kita buat. Yang bersangkutan saya minta kembali lagi ke Jambi. Silahkan lewat Jambi atau Palembang,” terangnya.

Nasrul Abit berharap, semua pengusaha bus termasuk dari Jakarta agar tidak boleh keluar lagi bus-nya dan mengikuti pelaksanaan PSBB di daerah. “Jadi pengusaha bus dari provinsi lain harusnya mengikuti PSBB ini. Di Sumbar, bus tidak bisa lagi masuk lagi,” tegasnya. (yose/yuke)