Tak Berkategori  

Safari Ramadhan ke Bayang, Gubernur Mahyeldi Sahur di Rumah Warga Penderita Stroke

Gubernur Mahyeldi saat mengunjungi rumah Sabar, warga Sungai Lundang, Pesisir Selatan.ist

PADANG – Seperti bulan ramadhan sebelumnya, Gubernur Mahyeldi kembali menggelar singgah sahur di rumah warga. Mengawali singgah sahur pada Ramadhan 1443 H, Mahyeldi menyinggahi rumah Sabar, 60 warga Sungai Lundang, Pesisir Selatan, Senin (4/3).

Sabar Ahmad (60) adalah warga kurang mampu di Nagari Kampung Baru Korong Nan Ampek Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Sabar tinggal di rumah peninggalan orang tuannya yang sudah tidak terawat.

Sabar, sebelumnya bekerja di sebuah penggilingan padi di Kota Padang, tepatnya di daerah Korong Gadang. Dia juga punya keluarga di Padang, punya 3 anak. Namun dua tahun belakangan dia mengalami penyakit stroke.

Sabar pulang ke kampung. Disana dia dirawat oleh adiknya, Aliyas dan Syarul. Karena adik-adiknya juga sudah bekeluarga, jadi dirinya sabar harus menunggu adik-adiknya dulu baru bisa beraktivitas.

“Alah duo tahun, sebelumnyo ambo di Padang,”sebut Sabar dengan logat Minang.

Sabar di Sungai Lundang bukan orang biasa. Dia adalah kepala kampung disana. Orang kampung memanggilnya, Palo. Sebutan dari Kapalo (Kepala-red) Kampung.

Sabar Ahmad sebelumnya pernah punya dua isteri. Tapi kedua isterinya sudah diceraikan, termasuk yang di Padang. Sehingga ia harus hidup sendirian dalam sakit yang dideritanya.

Sesekali anaknya yang tinggal di Padang datang berkunjung. Namun, karena harus bekerja mencari nafkah keluarga, ia tidak bisa tinggal lama. Anaknya yang lain juga tengah merantau ke Jawa.

Kini Sabar sudah tidak bersama keluarganya. Dia tinggal di rumah sendirian, atapnya separuh rumbia dan separuh seng yang sudah tiris. Hanya sedikit sudut rumah yang dapat didiami kala hujan turun. Dindingnya juga papan yang sudah lapuk, sebagian juga hanya dipagari kawat.

Karena penyakit yang dideritanya, Sabar juga tidak bisa beraktivitas banyak. Hanya bisa untuk mengurus diri sendiri. Jika untuk makan dan keperluan lain, dia harus bergantung kepada adik-adiknya. Atau isteri adik-adiknya yang tidak jauh tinggal dari rumahnya.

Ia berterima kasih atas bantuan tim Singgah Sahur Pemprov Sumbar yang akan memperbaiki kondisi rumahnya.

Dengan kondisi itu, Gubernur Mahyeldi berharap sisa kehidupan Sabar dapat lebih baik ke depan. Untuk itu, usai mengunjungi dengan program singgah sahur, Badan Amil Zakat Sumbar dapat memberikan bantuan rumah dan perawatan.

“Kita mengunjungi dan melihat langsung kondisi masyarakat kurang mampu, mendengarkan keluhan dan aspirasinya sekaligus memberikan bantuan,” kata Mahyeldi.

Bantuan yang diberikan diantaranya bedah rumah dengan anggaran Rp25 juta. Kemudian bantuan pengobatan terapi karena Sabar Ahmad tengah mengidap penyakit stroke dan tidak bisa beraktivitas dengan normal.

“Kondisi rumah Pak Sabar saat ini banyak yang bocor, tidak punya kamar dan tidak ada sumber air bersih. Mudah-mudahan dengan bantuan ini bisa memberikan tempat tinggal yang lebih nyaman,” katanya.

Ia juga berharap dengan terapi yang akan diusahakan, kondisi Sabar Ahmad bisa membaik dan beraktivitas dengan normal.

“Kasihan beliau hidup sendiri menduda dan dalam keadaan stroke. Mudah-mudahan bantuan ini memberikan semangat baru bagi Pak Sabar,” katanya.

Kunjungan Gubernur dan tim Singgah Sahur di Nagari Kampung Baru Korong Nan Ampek berada di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan tidak disangka-sangka oleh masyarakat sekitar.

Sabar Ahmad (60) bahkan tidak percaya bahwa rumahnya yang apa adanya akan dikunjungi Gubernur. Orang nomor satu di Sumbar itu bersama tim juga membawa nasi kotak dan buah untuk sahur bersama dalam ruangan sederhana tanpa sekat seluas 4×5 meter.

Safari Ramadhan
Pemprov Sumbar mengucurkan dana sebesar Rp400 miliar bersumber dari APBD dan APBN 2022 untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Pesisir Selatan.

Bantuan dari APBD Sumbar sekitar Rp260 miliar ditambah Rp140 miliar dari APBN untuk membantu pembangunan di Pesisir Selatan,” kata Gubernur Mahyeldi saat memimpin Tim Safari Ramadhan ke Masjid Al Munawarah Nagari Kapencong Lubuk Gambir, Kecamatan Bayang Pesisir Selatan.

Mahyeldi merinci bantuan dari APBD Sumbar masing-masing Rp8,2 miliar untuk bidang pendidikan, Rp8 miliar untuk kesehatan, Rp7,9 miliar untuk perhutanan sosial, Rp1,2 miliar untuk koperasi dan UMKM.

Ditambah Rp15,6 miliar dari Dinas Perkimtan, Rp143 miliar dari Dinas PSDA untuk irigasi dan Rp20 miliar dari Dinas PUPR untuk jalan dan jembatan.

Kemudian Rp99,9 miliar untuk lingkup pertanian secara umum, Rp14,3 miliar untuk PSDA dan Rp20 miliar untuk PUPR.

Sementara dari APBN sebesar Rp140 miliar akan dimanfaatkan untuk memperbaiki dan membangun jaringan irigasi guna mengairi lahan pertanian warga.

Ia menyebut anggaran yang cukup besar itu tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal jika tidak mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat.

“Untuk membangun jaringan irigasi misalnya, jika butuh pembebasan lahan, kami berharap masyarakat bisa memberikan dukungan penuh karena manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Selain itu pembangunan jalan Alahan Panjang, Kabupaten Solok menuju Bayang Kabupaten Pesisir Selatan juga akan dilanjutkan. Jalan tersebut akan menjadi urat nadi perekonomian dua daerah.

Sekretaris Daerah Pesisir Selatan, Mawardi Roska berharap pembangunan jalan itu bisa selesai sesuai target pada 2023. Dengan adanya jalan itu, komoditi kelautan asal Pesisir Selatan lebih cepat sampai di Kabupaten Solok sementara sayur-sayuran dan cabai dari Solok bisa langsung sampai di Pesisir Selatan tanpa melalui Padang.

“Ini akan meningkatkan perekonomian dua daerah,” ujarnya.

Dalam kunjungan Tim Safari Ramadhan ke Masjid Al Munawaroh tersebut juga diserahkan bantuan 10 buah Al Quran, Rp10 juta dari Bank Nagari unit Syariah dan Rp50 juta dari Pemprov Sumbar.(yose)