oleh

Sampah Kota Padang Capai 20 Ribu Ton Sebulan

PADANG – Masalah sampah menjadi momok perkotaan, termasuk Kota Padang. Di kota ini, satu orang warga bisa menghasilkan 0,7 kg sampah per harinya, sehingga sampah yang terkumpul dalam sebulan bisa mencapai 20 ribu ton.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Mairizon membenarkan hal tersebut. Menurutnya, dari data beberapa waktu lalu, jumlah sampah Kota Padang setiap hari mencapai 700 ton. Seperti beberapa waktu lalu, timbunan sampah yang dikumpulkan petugas kebersihan mencapai 641 ton seharinya.

“Sekarang pengelolaan sampah perlu dilakukan dengan pembinaan dari kawasan hulu hingga hilir. Karena masalah sampah ini adalah masalah bersama. Perlu ditanggulangi dengan kerjasama berbagai pihak. Baik itu untuk peraturan pengelolaan sampah,” kata Mairizon, Kamis (29/8) di kantornya.

Pertama, kata Mairizon, sumber sampah harus mulai berkurang, karena yang dibutuhkan saat ini bukan hanya bagaimana penanganan tumpukan sampah, tapi bagaimana kuantitas sampah berkurang dan bisa pula menjadi nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Di kawasan hulu kita ajak OPD, serta pihak-pihak terkait yang ingin berkontribusi. Untuk menjaga vegitasi, perlu dilakukannya perbaikan di kawasan hulu. Pohon-pohon buah yang nantinya ditanam juga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan,” katanya.

Masyarakat Peduli Hutan (MPH), begitu kelompok yang ingin dibentuk untuk menggerakkan perlindungan terhadap kawasan hulu. Rencananya, reboisasi ini akan dilakukan di kawasan Kuranji, Pauh dan Lubuk Kilangan.

“Ini untuk mengembalikan resapan air, dan juga bernilai ekonomi bagi warga setempat,” tukasnya.

Kemudian, DLH Padang juga berupaya mengurangi sumber sampah dengan aktifnya masyarakat mereduksi atau mengelolah sampah agar bisa dimanfaatkan, tanpa harus dibuang ke Tempat Penampungan Sampah (TPS). Setidaknya penumpukan sampah per warga bisa dikurangi, maksimal hanya berkisar 0,5 kg sampah saja per orangnya.

Untuk sampah industri lebih sangat berbahaya dari sampah rumah tangga, misalnya limbah B3 hasil dari rumah sakit. Mairizon mengatakan, tahun 2018 pernah masuk 10 laporan ke kantornya, salah satu ditemukan limbah rumah sakit di buang ke kawasan Painan. (wahyu)  

Loading...

Berita Terkait