Tak Berkategori  

Sarawa Hawaii Itu

Sejumlah pengunjung asyik menikamti keindahan Hawai (khairul jasmi)
Sejumlah pengunjung asyik menikamti keindahan Hawai (khairul jasmi)

Sarawa hawaii adalah celana pendek selutut atau di atasnya lagi, pakai kajai di pinggangnya. Ciri khasnya warna-warni. Tak saya temukan kisah khusus tentang celana hawaii itu. Tapi ini adalah riwayat celana yang simpel untuk berenang di pantai atau untuk sehari-hari.

Di Hawaii namanya bukan celana hawaii, seperti lauak di Padang yang di darek namanya ikan Padang. Lalu apa namanya di Hawaii? Saya juga tidak tahu. Yang saya tahu ada cerpen berjudul “Kisah Sebuah Celana Pendek,” karya Idrus yang menceritakan tentang Kusno yang miskin.

Tepat pada hari Pearl Harbour diserang Jepang, Kusno dibelikan ayahnya sebuah celana pendek. Celana kepar 1001, made in Italia. Bertahun-tahuh kemudian ia tak mampu membeli benda serupa, meski sudah bekerja.

Begitulah pada hari ini , Rabu (8/4) saya kembali jalan-jalan di Hawaii. Ke kawasan kawah gunung yang sudah jadi kompleks perumahan elite. Gunung purba itu bukan gunung lagi karena sudah tak ada gunungnya. Meletus dengan dahsyatnya entah berapa ribu tahun silam. Pemandangan di sana memang indah. Ingin saya ke sana lagi. Apalagi di Hawaii pelangi muncul tiap hari.

Sebelumnya saya ke istana raja Hawaii yang rajanya juga sudah tidak ada. Berfoto di depan patung raja dan patung ratu. Raja Kameha Meha hanya tinggal nama. Hawaii kini adalah Amerika di tropis. Di sini segala tak boleh, penat pula saya mengikuti aturan mainnya. Tapi yang tak boleh di sini boleh di Hawaii, misalnya berpakaian dalam saja hilir mudik. Apa hendak di kata.

Dan saya sudah lapar lantas makan siang di restoran Asuka Japanese di Jalan Waialae. Hidangannya shabu-shabu, enak. Anak pemiliknya palai celana hawai, anak gadis! Selera makan saya muncul karena ada nasi mix beras putih dan merah. Dekat mana resotoran tersebut? Manalah saya tahu, tapi ada tandanya, dekat Hawaiian Bank yang sudah ada jauh sebelum bank tertua di Indonesia didirikan. Bank ini berdiri 1857.

Di kawasan ini ada restoran Meksiko, Vietnam dan tidak Indonesia. Bertemu nasi terasa indah. Selesai makan aduh mak, mau perang Amerika dan Jepang silahkan saja, terserahlah, begitu benarlah.

Di mobil saya cari-cari lagi sejarah sarawa Hawaii di google tapi tak bertemu. Yang ada “jual celana Hawaii kodian.” Atau “grosir celana Hawaii Jakarta.” Tapi di hotel tempat saya menginap orang bercelana Hawaii sansai saja hilir mudik.

Sarawa pendek saja amat terkenal sampai ke Padang. Benar-benar hebat promosi Hawaii, bahkan sudah jadi bahasa sehari-hari di kalangan kita di Indonesia, juga di Padang. Misalnya “Oi jan basarawa hawaii se kalua rumah sagan wak jo urang,” kata seorang ibu pada anak gadisnya.

Lebih bagus Bunaken
Pada Rabu (8/4) saya dan rombongan mencoba menikmati pemandangan bawah laut; Atlantis Submarine. Selama 45 menit di bawah laut dengan kapal selam kepala saya nyaris terantuk karena kantuk yang tak tertahankan. Tak ada pemandangan apapun, ikan juga tak seberapa, yang lucu hanya pemandu di kapal, juga bocah-bocah keturunan India. Oleh seseorang saya disangka ayah si bocah atau mamaknya.

“Hidung Anda mirip,” katanya. Saya jawab bukan. “Hidung kalian mancung,” katanya lagi. Ha ha ha.

Balenong 45 menit di bawah permukaan laut dan saya tak bisa menahan kantuk, itu artinya tak ada apa-apanya di sana, kecuali bangkai-bangkai kapal.

Semua orang Indonesia di kapal selam itu bilang, Bunaken di Manado jauh lebih bagus dibanding bawah laut Hawaii. Saya setuju sekali, meski belum pernah ke Bunaken. Rugi saya waktu di Manado enggan ikut bersama teman-teman ke Bunaken.

Lalu apa yang dijual orang Hawaii? Ombaknya, anginnya, pantainya, tertibnya, tariannya serta obyek wisata lainnya. Apalagi? Hotelnya, makanannya, jalanan yang rapi, bus wisata dan angkutan kota yang lalu setiap sekian menit. Apalagi?

Privasi pengunjung, informasi yang lengkap, buku dan panduan wisata ada di mana-mana. Apalagi? Apa saja yang membuat pendatang nyaman, termasuk celana hawaii yang terkenal itu. Dan celana hawaii saya, dibawa sampai ke Hawaii maka bercelana hawaii pula saya di sini he he…

Besok saya akan membuat laporan terakhir dari Hawaii, laporan selanjutnya tentang Las Vegas dan San Francisco akan disuguhkan sepulang ke Tanah Air. Menulis ke menulis saya, habis pulsa saya ha..ha.. (khairul jasmi)