oleh

Sastrawan Darman Moenir Wafat

PADANG Innalillahi wainnailaihirojiun. Sastrawan sekaligus budayawan asal Sumatera Barat Darman Moenir wafat di usia 67 tahun di RSUP M Djamil Padang, Selasa (30/7) sekitar pukul 14.45 WIB.

Menurut informasi Arzil, menantu Darman Moenir, almarhum akan disemayamkan di rumah duka di Jalan Pasaman II, Siteba, Padang. Direncanakan almarhum dimakamkan di Tunggul Hitam.

Darman Moenir adalah satu dari sekian banyak sastrawan Indonesia yang berasal dari Sumatera dan bermukim di Padang. Novel “Bako” adalah satu dari sekian karya Darman Moenir yang terkenal dan meraih beberapa penghargaan.
Sastrawan yang pernah mendapatkan penghargaan Hadiah Utama Sayembara Mengarang Roman DKJ (1980); Pemenang Kedua Sayembara Novel Majalah Kartini (1987) dan Hadiah Sastra dari Pemerintah Republik Indonesia (1992).
Darman Moenir lahir di Sawah Tangah, Batusangkar, Tanah Datar pada 27 Juli 1952, anak dari pasangan Moenir dan Sjamsidar. Setelah menamatkan Sekolah Menengah Seni Rupa Indonesia (SMSRI) Negeri, melanjutkan ke Akademi Bahasa Asing (ABA), menamatkan Jurusan Bahasa Inggris, 1974. Pernah kuliah lima semester di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Bung Hatta tetapi menyelesaikan Program D4, Jurusan Bahasa Inggris, Sekolah Tinggi Bahasa Asing Prayoga, 1989.
Dari pernikahannya dengan Dra Hj Darhana Bakar, Darman Moenir dianugrahi enam anak yakni Haiyyu D. Moenir, Abla D. Moenir (alm.), Hoppla D. Moenir dan tiga putri, Tahtiha D. Moenir, Tastafti D. Moenir, dan Asthwa D. Moenir.
Darman Mulai menulis di usia 18, memimpin Grup Studi Sastra Krikil Tajam (1973), ikut mengasuh Grup Bumi bersama Wisran Hadi, dll. (1976). Karya-karyanya, antara lain, dimuat Majalah Horison, Kalam, Panji Masyarakat, Pertiwi, Kartini, Tabloid Nova, Harian Indonesia Raya (alm.), Kompas, Pelita, Sinar Harapan (alm.), Suara Pembaruan, Suara Karya, Media Indonesia, Sinar Pagi, Republika, Jurnal Nasional, Analisa (Medan) Berita Minggu (Singapura) dan surat-suratkabar terbitan Padang.
Menulis puisi, cerpen, novel, esei, mengerjakan terjemahan. Kumpulan puisinya Kenapa Hari Panas Sekali? (diterbitkan Ruang Pendidik INS Kayu Tanam, sekolah mendiang Engku M. Sjafei). Beberapa sajaknya masuk dalam Tonggak 4, Antologi Puisi Indonesia Modern (ed. Linus Suryadi A.G.). Cerpennya dimuat dalam antologi Cerpen-cerpen Nusantara Mutakhir (Kuala Lumpur, 1991, ed. Suratman Markasan). Satu eseinya dimuat dalam Asian Writers on Literature and Justice (Manila, 1982).
Novel Bako yang ditulis Darman Moenir memenangkan Hadiah Utama Sayembara Mengarang Roman DKJ 1980, diterbitkan Balai Pustaka (1983). BP juga menerbitkan novel Dendang (1988). Masih banyak lagi karya dan penghargaan yang didapat almarhum semasa hidupnya. (aci)

Berita Terkait