Tak Berkategori  

Satu Pasien Covid-19 di Payakumbuh Meninggal

Arsip foto. Sejumlah tenaga kesehatan memasukan jenazah almarhum dokter Jhon Andi Zainal, yang berada di peti mati, ke ambulans setelah meninggal akibat COVID-19, di halaman RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (24/9/2020). Sudah tiga tenaga kesehatan di Riau, terdiri dari dua dokter dan seorang perawat, wafat karena terpapar COVID-19 saat menjalankan tugas. (ANTARA/FB Anggoro/20)

PAYAKUMBUH – Kembali terjadi penambahan kasus meninggal dunia karena Covid-19 di Kota Payakumbuh.

Meski demikian, perkembangan kasus aktif Covid-19 di kota itu terus menunjukan penurunan.

Meski angka konformasi positif telah berada di bawah 10, bukan berarti tidak ada penambahan kasus konformasi baru.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh ada penambahan empat orang terkonfirmasi positif Covid-19, 1 orang meninggal dunia dan tujuh orang bebas isolasi.

Kadiskes Kota Payakumbuh Bakhrizal, kepada wartawan, Kamis (1/7), mengatakan, dari tracing yang dilakukan petugas dari riwayat kontak dengan terkonfirmasi positif, masih ditemukan empat penambahan kasus positif baru.

Sedangkan kasus satu orang yang meninggal dunia, merupakan tracing dari beberapa hari sebelumnya yang hasil tes swabnya keluar kemarin.

“Kemarin memang ada penambahan satu orang yang meninggal dunia yaitu ZH, laki-laki, 79 tahun, beralamat di Bulakan Balai Kandi. Hasil tes swabnya keluar pada Rabu (30/6), dimana yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19 dengan gejala sesak nafas dan batuk. Dan yang bersangkutan telah dikuburkan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mencapai target Payakumbuh ke zona hijau bulan Agustus mendatang sesuai dengan arahan Walikota Payakumbuh, pihaknya terus melakukan percepatan pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat.

Tujuan dari vaksinasi itu, agar kasus tidak semakin berkembang di Payakumbuh.

“Mudah-mudahan masyarakat mau mempertahankan zona kuning ini dan secepatnya ke zona hijau. Dengan harapan masyarakat secepatnya di vaksin agar herd immunity itu segera terbentuk,” tambahnya.

Dikatakan, untuk penambahan empat orang konfirmasi positif itu adalah RF, laki-laki, 33 tahun, warga Parak Batuang, swasta.

Selanjutnya adalah IBS, laki-laki, 29 tahun, Limbukan. ZH, laki-laki, 79 tahun, Bulakan Balai Kandi, Pensiunan (meninggal dunia), EY, perempuan, 57 tahun, Limbukan, Koperasi Payakumbuh Utara.

“Sementara ada tujuh orang yang dinyatakan bebas isolasi, mereka adalah Muhammad Andan Akdiansyah, laki-laki, 13 tahun, Ibuh, pelajar. Dian Handayani, perempuan, 46 tahun, Ibuh, Polwan, Rahma Sagita, perempuan, 25 tahun, Balai Jariang Air Tabit, Eminarti, perempuan, 63 tahun, Payolansek, pensiunan, David Mugti, laki-laki, 24 tahun, Tigo Koto Dibaruah, Aira Shofina, Zahro, perempuan, 4,5 tahun, Padang Data Tanah Mati dan Emilia Putri, perempuan, 21 tahun, Koto Tuo Limo Kampuang, eks pelajar,” katanya.

Dengan adanya data baru yang masuk itu, sampai hari ini data untuk Kota Payakumbuh didapati sebanyak 40 orang isolasi mandiri dirumah dan 5 orang dirawat di rumah sakit.

Sedangkan berdasarkan data Dinkes sampai saat ini, perkembangan kasus Covid-19 per RT untuk zona oranye tidak ada lagi di Payakumbuh.

Sedangkan untuk zona hijau terus meningkat dari kemarin menjadi 27 kelurahan dan sisanya masih zona kuning.

“Sedangkan untuk data Covid-19 Kota Payakumbuh sampai hari ini adalah suspek sebanyak 0 orang, kasus konfirmasisebanyak 1.545 orang, sembuh sebanyak 1.473 orang, isolasi sebanyak 40 orang, rawat sebanyak 5 orang, meninggal dunia menjadi 26 orang, KE sebanyak 13 orang, discarded sebanyak 15.572 orang dengan total swab sebanyak 17.691 sampel,” pungkasnya. (Bule)